Cerita Sex Utang Dibayar Dengan Ngentot

Cerita Sex Utang Dibayar Dengan Ngentot. Pengalamanku ini terjadi pada tahun 1996 akhir, ketika aku sedang memulai usahaku di kota S, Aku baru saja menyelesaikan urusan pinjaman modalku pada sebuah bank swasta di kota ini. Pada masa itu belum ada tanda-tanda yang mengisyaratkan munculnya bencana ekonomi seperti belakangan ini, sehingga semua urusan banking terasa smooth saja.

Banker yang mengurusi pinjamanku ialah seorang mantan kawan SMA-ku dulu. Sebut saja namanya Nana. Ia baru beberapa bulan bekerja di bank tersebut setelah menyelesaikan studinya di Amerika. Semasa SMA, Nana ialah seorang yang menurutku termasuk golongan nerd. Berkaca mata, duduk di barisan depan, rajin bertanya, dan catatannya selalu laris difotokopi ketika menjelang musim ujian.Agen Domino 99

Sedangkan aku sendiri termasuk golongan urakan, yang selalu mendapat nilai pas-pasan, kecuali untuk pelajaran olah raga. Harus kuakui, Nana tidak banyak berubah. Ia tetap saja nampak kuper dibalik kaca mata minus 3 itu. Untung saja pakaian kerja yang dikenakannya membuatnya nampak lebih ‘terbuka’. Aku ingat, ketika itu ia mengenakan blazer warna biru pastel, dan kemeja kuning muda. Ia juga mengenakan rok mini berwarna biru tua, dan sepatu berhak tinggi, sehingga tingginya yang hanya sekitar 165-an itu terlihat hampir menyamai tinggi badanku.

Setelah usai menandatangani tumpukan kontrak dan perjanjian, aku memutuskan untuk mengajaknya makan siang, bukan lagi sebagai kreditor, tapi sebagai seorang kawan lama. Nana setuju saja, mengingat bahwa pinjamanku waktu itu membuatnya memenuhi target bulanannya.

Kami meluncur menuju sebuah hotel yang cukup terkenal di kota S, karena satu gedung dengan pusat perbelanjaan TP3. Kami menghabiskan waktu cukup lama untuk memesan menu ala carte, karena harga menu buffet tentunya tidak terlalu ekonomis. Selama makan, Nana tampak diam saja, seperti biasanya. Aku mencoba mengamati wajahnya yang manis itu.

Kulihat alisnya yang tipis, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tipis, dan lehernya. Leher yang sangat indah, jenjang dan halus. Ketika aku melihat agak ke bawah lagi, kulihat kancing kemejanya yang paling atas tidak dikancingkan sehingga aku dapat berimajinasi bagaimana bentuk bagian tubuhnya yang berada di balik kemeja itu. Selagi asyik-asyiknya menikmati keindahan itu, rupanya Nana mengamatiku dari tadi.

Cerita Sex Utang Dibayar Dengan Ngentot

Ia menyunggingkan senyum, mengambil serbet, mengelap bibirnya, dan berkata, “Jen, kamu masih seperti yang aku dengar dulu?”.
“Hmm.., Tergantung apa yang kamu pernah dengar dulu”, Jawabku agak kikuk.
“Pacaran dengan sesama jenis”, Jawabnya lugas. Membuat mataku sedikit terbelalak kaget dan menatap matanya yang bundar lucu itu.
“Yah.., Kalau gosip yang kamu dengar cukup lengkap, seharusnya kamu nggak perlu nanya ‘kan?”, Jawabku mencoba diplomatis.
“Cukup lengkap untuk bisa blackmail kamu”, Katanya.

“Haha, just kidding!”, ujarnya lagi agar aku tidak tersinggung. Aku hanya tersenyum saja dan pura-pura berkonsentrasi pada makan siangku.
“Bersyukurlah kamu bisa hidup normal”, Kataku mencoba bergaya bijak.
“Hihihi.., Udahlah Jen, kreditnya udah di-approved ‘kan?”, katanya lagi”, Nggak ada yang perlu ditakutin.., kecuali kalau bayarnya nunggak!”, Candanya.

Kami terdiam untuk beberapa saat, tapi kemudian aku merasakan sesuatu di betisku. Meja makan kami tergolong kecil, hingga posisi duduk kami cukup dekat, dan kaki kami bisa bersentuhan. Namun kali ini sentuhan itu seperti bukannya tak sengaja. Aku merasakan sentuhan jari kakinya mengusap betisku pelan-pelan, merambat naik ke lututku, bergerak menyusup masuk ke rok miniku, dan bergerak mengusap-usap paha kiriku bagian dalam. Agen Domino 99

Aku menatap matanya dalam-dalam sambil tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi dia balik memandang wajahku, tersenyum, dilepaskannya gagang sendoknya, lalu tangannya menyentuh lehernya sendiri dengan ujung jari tengah. Seperti orang tolol, pandanganku mengikuti kemana larinya jari-jari lentik itu. Jemarinya bergerak pelan-pelan ke bawah, menyusuri lehernya, turun terus, lalu berhenti ketika tersangkut di kancing kemeja kuningnya.

Pada saat itu juga jari kakinya yang sejak tadi diam di antara kedua pahaku disodokannya ke depan, menyenggol kewanitaanku, memang tidak tepat pada bibirnya, namun cukup memberiku sengatan birahi yang mendadak.

“Hkk..”, Aku merintih tertahan, memejamkan mataku untuk mengontrol perasaanku. Ketika mataku terbuka, nampak Nana tersenyum padaku, menunjukkan sebaris gigi yang bersih dan indah. Senyuman itu membuatku makin kikuk.

Meskipun masa laluku kulewatkan dengan ‘bebas’, namun penampilan Nana yang anggun membuatku tidak mikir macam-macam padanya.., tapi setelah apa yang dilakukannya ini.., aku tidak tahu lagi. Akhirnya, setelah membisu cukup lama, aku melambaikan tangan pada waiter, dan membayar makan siang.

Cerita Sex Utang Dibayar Dengan Ngentot

“Jenn”, Katanya sambil meletakkan tangannya di bahuku. “Aku punya membership di hotel ini, dan aku rasa aku perlu istirahat sedikit. Kamu mau menemaniku kan?”, Tanyanya dengan kalimat yang lugu namun sudah dapat ditebak artinya. Mengingat hubungan bisnisku dengan banknya, aku memutuskan untuk menurut.

Sebagai wanita, agak sulit bagiku untuk bercumbu rayu begitu saja dengan orang yang cukup asing. Hal itulah yang membuatku bengong saja meskipun kini aku sudah duduk di sofa dalam kamar executive hotel, sementara Nana berdiri di hadapanku dan melepas blazernya dengan gaya yang dibuat-buat agar merangsang. Melihatku tidak berespon, Nana melanjutkan permainannya, ia melepaskan satu persatu kancing kemejanya, lalu menyingkapkan kemejanya sehingga bahu kanannya yang halus dan putih bersih itu terlihat olehku.

Tali bra berwarna putih berenda tampak menghiasi bahu yang indah itu. Aku cukup mengagumi keindahan tubuhnya, namun aku masih segan untuk bereaksi, aku malu karena Nana pernah menjadi orang yang cukup aku hormati.

Dilemparkannya kemejanya ke atas ranjang, menyusul bra dan celana dalamnya. Aku hanya diam menatap tubuhnya yang kini hanya terbalut rok mini biru tua itu. Payudaranya nampak indah sekali bentuknya, bulat, tidak terlalu besar namun kencang, putih bersih, dan putingnya kecil sekali berwarna coklat muda. Ia melangkahkan kakinya mendekati tempatku duduk. Agen Domino 99

“Jenn”, bisiknya, “Aku mendengar semua gosip tentang kamu. Tentang anak-anak basket yang lesbi, dan tentang apa yang kamu lakukan dengan guru geografi di perpustakaan waktu itu. In fact, hampir semua orang membicarakannya, namun nggak ada yang berani terang-terangan menuduh”, Sambungnya lagi.

Cerita Sex Utang Dibayar Dengan Ngentot

Aku tetap diam, menundukkan kepalaku dengan rasa tidak enak.
“Aku iri dengan Reni dan Evelin yang bisa setiap saat mandi bersama kamu, tidur bareng di rumah kost, melihat kamu dengan kaos basah di ruang ganti..”, bisiknya lagi, seolah menelanjangi masa laluku yang hendak aku lupakan.

Aku tetap tertunduk ketika tiba-tiba Nana meraih kepalaku dan mendongakkannya. Karena posisiku duduk dan dia berdiri, maka mataku langsung berhadapan dengan sepasang payudaranya yang indah itu, dengan puting-puting yang masih flat, menunggu untuk dibangunkan. Aku tetap terdiam, meski jari-jari Nana menyusupi rambutku yang lurus dan pendek, mengusap pipi dan rahangku, mengelus tengkukku lalu aku mendengar suaranya lagi.

“Jenn, please..”, Katanya, aku melirik ke atas, menatap matanya. Kaca matanya tak mampu menyembunyikan sorot memelas dari kedua mata bulatnya.

Tanganku memeluk pinggulnya menariknya mendekat. Aku segera mendaratkan bibirku tepat pada puting susu kanannya, menghisap, melingkarinya dengan lidahku, terus-menerus. Aku merasakan cengkeramannya pada kepalaku menguat, aku mendengar desahan nafasnya kian tak teratur, Aku melirik ke wajahnya, aku melihat alisnya menyatu, matanya terpejam, mulutnya ternganga mengeluarkan desahan nafas tak beraturan. Agen Domino 99

Aku ikut kehilangan kontrol, wajahnya begitu membangkitkan hasratku, aku segera memindahkan mulutku ke puting susu kirinya, meremas payudaranya sambil mengulum putingnya, ekspresi wajahnya menunjukkan perasaan kegelian yang amat sangat, tubuhnya menggeliat-geliat kecil, kakinya tampak goyah, tak lama kemudian ia jadi lunglai seperti selembar handuk, rebah di atas karpet tebal kamar itu. Cukup lama aku memainkan kedua payudaranya dengan mulut dan tanganku sementara tangannya sendiri telah masuk ke balik rok mininya.

Tiba-tiba ia mendorongku hingga kini aku berada di bawah tubuhnya. Wajahnya nampak begitu dekat dengan wajahku, ia mendaratkan ciumannya di bibirku, menghisapnya kuat-kuat, sambil tangannya membuka kancing-kancing blazer dan kemejaku. Aku tidak mengerti kenapa aku hanya diam, namun kini aku merasakan tangannya telah menerobos bra Marks & Spencer-ku.

Dilepaskannya bibirnya dari bibirku, ia menjilati dan menciumi seluruh rahang dan leherku, memberiku rasa hangat yang nikmat. Ditariknya braku ke atas hingga ia dapat melihat payudaraku. Ia tampak begitu bernafsu memandanginya diremas-remasnya kedua payudaraku dengan gemas sampai terasa agak sakit. Tiba-tiba mulutnya menyerbu puting susuku yang kiri, melumatnya, menghisap, dan menjilatinya.

Rangsangan yang tiba-tiba membuatku terpejam dan meringis menahan rasa geli yang tiba-tiba menyerbu. Aku mendongakkan kepalaku ke atas, aku merasakan gerakan lidahnya semakin menjadi-jadi. Kedua puting susuku dijilati dan dihisapnya bergantian, rasanya geli sekali, tanganku mencoba mencengkeram pinggangnya, namun rasa geli pada puting-putingku terasa membuatku lemas dan aku merasakan sesuatu telah meleleh keluar dari kewanitaanku.

Cerita Sex Utang Dibayar Dengan Ngentot

Ditariknya celana dalamku hingga lepas, disingkapkannya rok miniku ke atas, kakiku dikangkangkannya, lalu ia menempelkan kewanitaannya pada kewanitaanku, digosoknya naik turun, aku merasakan hangat dan nikmat yang tak tertahankan, aku merintih dan mengerang keras-keras tak peduli siapa yang akan mendengar.

Aku terbaring telentang di atas karpet cokelat muda itu, aku melihatnya seperti menduduki selangkanganku, membuat kewanitaan kami saling bergesekan, tangannya berpegangan pada payudaraku, ibu jari dan telunjukknya memilin-milin keras puting susuku. Ia menggeliat-geliat sambil menaik-turunkan badannya, mendongakkan kepalanya ke atas, hingga aku dapat melihat keindahan rahangnya yang luar biasa.

Aku sendiri menggeliat-geliat mencoba menahan gempuran rasa geli dan nikmat yang mengalir membanjiri tubuhku lewat payudara dan kewanitaanku.
“Aduhh, Nanaa.., ohh..”, Aku seolah mendengar sendiri eranganku yang tak beraturan.
“Uhh.., Jennii.., nikmat sekalii”, Ia merintih-rintih tak karuan, nafasnya makin memburu, gesekan kewanitaan kami semakin terasa hangat dan lembap, pelintiran dan remasannya membuat payudaraku serasa pegal meskipun kegelian. Agen Domino 99

Aku terengah-engah kegelian, punggungku terangkat dari karpet, melengkung seperti busur panah. Kenikmatan yang kudapatkan serasa merajam tubuhku, putingku terasa pegal dan geli karena diplintir-plintir dari tadi, sementara kewanitaanku terasa berdenyut-denyut, rintihanku semakin tak karuan, birahiku kian memuncak.

Hingga akhirnya aku merasakan desakan dari dalam tubuhku menuju kewanitaanku, tubuhku terasa kejang dan kaku, aku berusaha menahan meski sia-sia, kewanitaanku terasa tak mampu membendungnya, hingga akhirnya hentakan orgasme menghantam tubuhku. Aku menjerit keras-keras, mencengkeram pinggang Nana, di tengah serbuan kenikmatan itu, aku sempat melihat badan Nana juga mengejang, gerakannya berhenti, namun aku tak dapat mengingatknya lagi, karena aku langsung mencapai puncak.

Cairan kami saling bercampur diantara kewanitaan kami, Nana roboh dan terbaring disampingku, sementara aku sendiri merasa kehilangan seperempat kesadaranku karena orgasme yang lumayan dahsyat itu.

Kami tergeletak berdampingan, dengan tubuh basah oleh keringat, kaki terasa pegal, dan nafas terengah-engah, serta mata terkatup rapat. Aku melirik tubuh Nana yang telanjang di sampingku, tengah memejamkan mata dan terkulai lemah. Nonton bokep

Aku sendiri tak kalah lelahnya, tubuhku masih dibalut business suit, namun sudah tersingkap di mana-mana, hingga payudaraku bisa merasakan dinginnya hawa AC ruangan, namun kenikmatan orgasme tadi segera mengantarku ke alam bawah sadar, semua gelap lagi.. Hanya kenikmatan dan kehangatan yang kurasakan mengalir dalam darahku.

Cerita Sex Karyawanku Pemuas Seksku

Cerita Sex Karyawanku Pemuas Seksku. Awal berdirinya perusahaanku aku termasuk karyawan pertamanya. Pada waktu itu aku seorang karyawan sebuah pabrik pembuatan saos di kota Pekalongan, posisiku adalah sebagai supervisor bagian marketing sesuai dengan ijasahku di bidang ekonomi-akuntansi, kini pengalaman ini aku tulis aku menduduki salah satu jabatan direktur di perusahaanku. Sebagai seorang supervisor tentunya aku mempunyai beberapa staff yang sebagian besar perempuan.

Dalam merekrut karyawan tentu aku yang banyak menentukan kriteria seorang calon karyawan. Yang pertama adalah menarik, diutamakan bila cantik. Pendidikan paling rendah SMA, tinggi badan terendah 155 cm dan tentunya tidak terikat oleh perusahaan manapun. Mau bekerja full time bila perusahaan membutuhkan dan bersedia bertugas ke kota lain bila order berlimpah.

Kriteria itu aku kirimkan ke sebuah surat kabar terkenal dan hasilnya banyak sekali pelamar yang berminat bahkan melebihi dari kriteria yang aku butuhkan, mereka sarjana semua seperti aku. Di awal berdirinya perusahaan hanya membutuhkan 10 karyawan, 1 diantaranya seorang laki-laki. Karyawan laki-laki aku kirim ke luar kota untuk merintis bagi masuknya order baru. Ternyata pilihanku tidak salah, karyawanku itu ternyata pandai menarik order sehingga perusahaan kebanjiran order.Agen Domino 99

1 dari 9 staffku bernama Shariffa dipanggil dengan Iffa. Selain cantik, kulitnya pun putih mulus dengan sorot mata yang menawan sehingga membuat jantungku berdegub-degub bila dekat dengannya. Dia sudah bersuami, suaminya kini tergolek lemah dirumah akibat kecelakaan yang dialaminya sehingga membuatnya lumpuh. Santunan yang diberikan dari perusahaan suaminya berkerja habis untuk berobat suaminya.

Kejadian itu sudah hampir setahun yang lalu, lambat laun kondisi keuangan mereka menipis itulah yang membuatnya harus mencari kerja untuk menghidupi keluarganya, merawat suaminya diserahkan kepada ibu mertuanya. Untung mereka belum dikaruniai anak, sehingga Iffa leluasa untuk mencari kerja, meninggalkan sang suami tercinta dalam perawatan ibundanya.

Pengalaman hidupnya diceritakan kepadaku ketika kami berhenti untuk makan di rumah makan dalam perjalanan menuju ke Jogja. Hanya kami berdua, sopir yang kami pakai minta ijin karena keponakannya akan disunat. Di Jogja kami langsung menemui beberapa klien kami untuk melakukan transaksi, kalau dihitung ada puluhan toko yang berhasil kami tambah ordernya hal yang sangat luarbiasa bagi karierku.

Kami menginap disebuah losmen di sekitar daerah Maerokoco di jalan Jogja-Magelang. Mobil kijang yang kami pakai aku belokkan masuk ke halaman parkir losmen, untuk itu perusahaan mempercayakan aku membawa salah satu dari beberapa mobil terbaiknya.

“Mas satu kamar saja,” kata Iffah kepadaku ketika kami hendak keluar dari mobil.
“Kenapa?” Seraya aku melirik kearahnya, tampak dia tersenyum sambil menyibak rambutnya yang tergerai. Agen Domino 99
“Biar ngirit, uang kamarnya bisa aku belikan obat untuk suamiku.”
“Oke, baiklah kalau begitu istri yang baik.”
“Ah, jangan begitu dong,” sambil mencubit pahaku.
“Eit, jangan ketengah-tengah lho,” aku menggoda.
“Ih mas nakal ah.”

Cerita Sex Karyawanku Pemuas Seksku

Gurauanku yang hanya sesaat ternyata ditanggapi lain oleh Iffah, tanpa sepengetahuanku rona wajahnya berubah memerah. Wajar, hampir setahun tubuh mulus itu sudah tidak terjamah oleh suaminya. Lalu kami keluar dari mobil menuju ke resepsionis dan mendapat kamar dengan satu ranjang. Seorang belboy atau pelayan mengantar kami dan membukakan pintu.

“Masih ada yang bisa saya bantu pak?”
“Tidak,” seraya aku mengulurkan satu lembar uang sepuluh ribu, “terimakasih mas” kataku.
“Saya juga terimakasih pak,” kata pelayan itu seraya menerima uang yang aku sodorkan.
“Aku mandi dulu ya?”
“Heeh,” gumamku sambil mengeluarkan beberapa pakaian untuk diletakkan kedalam lemari.

Rencananya kami di Jogja selama dua hari. Ketika aku menoleh kearah kamar mandi, ternyata pintunya tidak ditutup selang beberapa saat kemudian terdengar dia memanggilku,

“Mas”

Berlahan aku beranjak kearah suara dari dalam kamar mandi, ‘DEG..!’ jantungku serasa mau meloncat ketika aku sampai di pintu tampak Iffah hannya mengenakan beha dan celana dalam berwarna merah saja. Mataku melotot memandang lekat-lekat kepayudaranya yang masih tertutup beha ukuran 34, menggantung indah.

Sementara pelan mataku menyapu kebagian bawah tampak selangkangannya menonjol berbalut celana dalamnya. Dibaliknya tersebunyi rambut-rambut tebal dan dengan malu-malu Iffah menggeser salah satu kakinya sehingga tampak belahan tempeknya samar-samar.
“Mandi bareng mas”
“Y-Ya,” kataku gugup.
“Koq diem saja, lepas dong.”
Seperti kerbau dungu, aku melepas pakaian yang aku pakai.
“Ah-h!”

Iffah terpekik ketika aku melepas celana dalamku, tampak kontolku tegak menjulang. Suatu anugerah yang tidak aku bayangkan, aku memiliki kontol berukuran long size. Mendekati angka 19.5 cm dari pangkal atasnya ditambah bundar bagian bulat kepala kontolku yang aduhai. Rambut didadaku yang merambat turun menghiasai seputar pangkal kontolku. Kepalanya yang bundar besar tidak dapat menutupi bahwa memang aku memiliki kontol seukuran pisang ambon besar, sungguh duakali ukuran standar yang tinggi badanku 170 cm dan berat 62.5 kg.

“Ahhh..!” Iffah bergumam lirih didalam kamar mandi berukuran 2×2 meter ketika aku masuk mendekat. Agen Domino 99

“Segede ini mas punyamu,” mukanya memerah menahan nafsu birahi, napasnya mulai memburu memperlihatkan sepasang payudaranya yang berukuran 34B bergetar-getar. Terasa kelembutan telapak tangannya ketika dia menggenggam batang kontolku, “tidak sebanding dengan suamiku, hhmm..” kedua tangannya meremas lembut hingga bagian kepala kontolku.

“Bagaimana?”

Sambil aku mengusap rambutnya, sementara pandangan Iffah tidak lepas dari kontolku yang diremasnya dengan lembut.

“Gedhee sekalee gito loh!”

Aku mengangkat wajahnya, dia menatap tajam kearahku. Api birahi terlihat dari sorot matanya yang nanar tajam menusuk kedalam kornea mataku. Aku tidak perduli, aroma parfum dan dan bau keringat sudah bercampur jadi satu. Untung saja mobil yang kami pakai ber-AC dan berparfum sehingga kami tidak bermandi keringat ketika kami putar-putar Jogja untuk menemui klien kami.

Sekian lama semenjak suaminya menderita lumpuh, Iffah menghabiskan hari-harinya untuk mengurus suaminya. Kelumpuhan yang menimpanya membuat suaminya tidak mempu menjalankan tugasnya sebagai seorang suami dan laki-laki. Kini, kerinduan akan sentuhan seorang laki-laki menohok jantungnya. Iffah kuatir dan takut keluguan dan kealimanku dimatanya akan menolak ajakannya. Wow justru sebaliknya, dengan semangat juang tinggi dan birahi yang meledak-ledak aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Hhmm.. ssstttt..” aku menjatuhkan bibirku dan mendapat sambutan hangat dari Iffah. Sebentar dia melepaskan genggaman kontolku dan melingkarkan naik kedaua tangannya kearah leherku. Kedua tanganku merayap diseputar punggungnya sementara bibir kami saling berpagutan, lidah kami saling meliuk-liuk. Sementara kontolku yang besar menekan lembut selangkangannya.

“Hm-mmh…!”

Cerita Sex Karyawanku Pemuas Seksku

Iffah melenguh, napasnya terasa hangat menerpa ujung hidungku ketika aku menekan pinggulku ke selangkangannya sehingga batang kontolku menekan permukaan tempeknya. Pandangannya gelap, besar, sangat besar kontol ini pikirnya penuh birahi. Kontolku meliuk-liuk dalam jepitan pinggulku dan selangkangannya membuat keluar cairan bening dari kepala kontolku.

Kami terus berpagutan, lidah kami meliuk-liuk penuh nafsu, sementara air liurku dan air liurnya sudah bersatu membasahi kedua mulut kami. Tak ketinggalan kontolku melesat kesana-kemari di permukaan celana dalamnya. Aku berusaha melepas tali beha yang dipakainya, tersibak sepasang payudaranya dan aku meremasnya dengan lembut. Ciumanku merayap turun kepermukaan puting susunya yang aku jepit menggunakan sepasang bibirku.

“Sssttt..tt..mmaa… sss..” dia mencengkeram kedua pundakku.

Sementara bibir dan hidungku asyik di sepasang payudaranya, telapak tangannku berlahan menarik turun celana dalamnya. Iffa hanya bersandar pada bak air kamar mandi dengan muka dan mulutnya mendesah.

“Terruss.. sss… masss..!”

Ciumanku merayap turun, cairan keluar dan meyayap turun dari liang vaginanya ketika lidahku mulai bermain di klentitnya.

“Ah..hh..nikk..kk..mm..aat..!”

Iffah terdongak seraya sedikit membungkuk manakala klentitnya dengan menggunakan bibirku aku tarik dengan lembut keluar lalu ujung lidahku menjilat sambil memutar-mutarnya.

“Pppp.. fff… fff….!”

Crot..crot..crot…! Iffah terkulai sambil memelukku dia sudah orgasme. Tangannya menuntunku keatas ranjang, menyuruhku duduk ditepian dengan dia berlutut dan tangannya menggenggam kontolku sesaat lidahnya mulai berputar-putar di kepala kontolku yang telah mengeluarkan cairan. Berlahan genggamannya bergerak naik turun mengocok-ngocok kontolku yang berkilat-kilat akibat cairan birahinya. Agen Domino 99

“Ahh-h”

Melihat aku terengah-engah Iffah menghentikan kocokannya, kontolku sampai memerah dan berdenyut-denyut.

“Dimasukkan mas,” Iffah bergegas naik keranjang dan terlentang, membuka kedua kakinya lebar-lebar sehingga tempeknya membuka bagaikan buah durian yang disibak.

“Ahh-h,” dengan bimbingannya kontolku mengarah kedinding vaginanya. Kepala kontolku menyeruak masuk menembus hingga pangkal vaginanya. Hangat, licin dan berdenyut-denyut mencengkeram batang dan menjebak dalam-dalam kepala kontolku. Dengan memeluknya erat aku mempermainkan pinggulku naik turun.

“Sssttt.. ttt… nnni.. kk..mmaatt… sssstt..” Iffah turut memutar-mutar pinggulnya, sementara kontolku yang berukuran jumbo tercengkeram erat oleh vaginanya yang biasanya dimasuki oleh kontol suaminya yang berukuran standar.

Iffah menekan kuat pinggulku dengan kedua tangannya tapi karena panjangnya 19.5 cm maka 3/4 saja yang masuk, itupun Iffah sudah sangat-sangat merem-melek. Luar biasa kontol yang aku miliki, kesombongan melintas dalam benakku. Tapi yang namanya pengalaman merupakan modal yang utama selain besarnya kontolku.

Tidak sampai lima belas kali sodokan tiba-tiba crot-crot-crot aku menembakkan spermaku, melihat itu Iffah tidak tinggal diam. Kedua kakinya menelikung dipinggulku, mendekap sangat erat dan crot-crot-crot diapun orgasme untuk yang kedua kalinya.

“Ennaaakk..gila!”
“Mau telpon siapa?” Kataku disuatu pagi ketika kami merencanakan untuk kembali ke Pekalongan.
“Telpon rumah,” katanya dengan manja sembari tiduran di ranjang losmen.

Mataku memandang payudaranya dalam balutan kaos berwarna biru ketat. Dibagian pusarnya terlihat dan resletting celana jeans-nya tidak dikancingkan sehingga celana dalamnya yang berwarna biru terlihat sangat kontras dengan warna kulit tubuhnya yang putih mulus.

“Kangen?” Selidikku dengan nadah cemburu, aneh padahal toh dia akan menelepon suaminya.

Suaminya yang sah dan aku cemburu justru akulah yang aneh, tapi itu tidak aku sadari. Aku menelan ludah manakala tanpa sengaja Iffah menggeser badanya sehingga resletting celananya semakin melorot sampai kedasar, hanya tinggal menunggu ditarik turun maka terbukalah semuanya.

Cerita Sex Karyawanku Pemuas Seksku

“Mau bilang kalau aku pulang tiga hari lagi,” dia melirik manja kearahku dan mungkin dengan sengaja sedikit menurunkan belahan celananya dan telapak tangan kirinya merayap kepermukaan celana dalamnya yang berwarna biru, lalu terdengar dia berbicara dengan seseorang di telepon genggamnya. Aku hanya melongo, pintu lemari yang hendak aku buka aku tutup kembali. Agen Domino 99

“Pa, masih ada orderan yang harus aku selesaikan nih. Aku balik tiga atau empat hari lagi, gimana kabarnya?”

Iffah diam sedang mendengar suara balasan dari HP-nya.

“Aku hati-hati deh pa, da.” Lalu dia memandang kearahku, aku hanya melongo didepan lemari.
“Tiga hari lagi kita pulang, oke?”

Iffah melepas kaos yang dipakainya beserta behanya, membuat payudaranya yang bulat kenyal terbuka, sementara celana jeansnya sudah hampir 1/3 melorot kebawah.

“Ayo, kita mulai lagi”

Aku merayap di dadanya dengan tidak mengenakan pakaian selembar pun, kami berdua kembali berbugil ria di pagi itu.
“Uggh..hh..!”
“Auww..!”
“Massuu.. kk..” Seraya aku menyodokkan pinggulku.
“Ssstt.. ttt.. nnii..kkk..mm..m..aaat..”

Sodokan dari pinggulku ke liang vaginanya alhasil membuatnya kelojotan, cairan yang keluar dari vaginanya sebagai pelicin karena sekali lagi hanya 3/4 kontolku yang tertancap di dalam vaginanya. Bukan erangan kesakitan melainkan erangan kenikmatan yang keluar dan akan berulang-ulang terdengar sampai beberapa hari kedepan. Satu lagi kelebihanku adalah ternyata aku mampu melakukan orgasme sampai tiga kali, ini yang jarang dimiliki oleh laki-laki lain. Kelebihanku inilah yang dimanfaatkan oleh Iffah sehingga membuatnya mana tahaann.

Masih ada Iffah-Iffah lain yang ikut merasakan kontolku, dimana dalam pekerjaanku aku termasuk sukses nyatanya order perusahaan sangat banyak sehingga pegawai marketing pun aku tambah. Tidak jarang selama aku bawa mereka keluar kota mereka aku perlakukan sebagai selimut biologisku tentunya dengan iming-iming bonus yang besar.

Inilah yang membuat mereka tergiur, semua berkat uang. Bagiku itu semua gampang, dengan bonus sangat besar dari perusahaan aku dapat memenuhi kebutuhan staffku yang bersedia dan harus mau menjadi selimut biologisku. Beberapa diantaranya menolak dan mereka menanggung akibatnya yaitu aku keluarkan dengan dalih banyak hal.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan. Ana meletakkan bayinya di atas boks, lalu dia sendiri rebah di atas sofa di ruang tengah, merasa agak sedikit kelelahan. Suaminya, Roy, bilang padanya kalau ada seorang sahabat lamanya yang akan datang dan menginap di akhir pekan ini, jadi disamping mengurus bayinya, dia mempunyai sebuah pekerjaan tambahan lagi, menyiapkan kamar tamu untuk menyambut tamu suaminya itu. Pikirannya melayang pada sang tamu, sahabat suaminya yang akan datang nanti, Jodi.

Jodi adalah sahabat lama suaminya saat kuliah dulu. Dia cukup akrab dengan mereka. Ana sudah cukup mengenal Jodi, lebih dari cukup untuk menyadari bahwa hatinya selalu berdesir bila bertatapan mata dengannya. Sebuah perasaan yang tumbuh semakin besar yang tak seharusnya ada dalam hatinya yang sudah terikat janji dengan Roy waktu itu. Dan perasaan itu tetap hidup di dasar hatinya hingga mereka berpisah, Ana akhirnya menikah dengan Roy dan sekarang mereka mempunyai seorang bayi pria.

Ada sedikit pertentangan yang berkecamuk dalam hatinya. Di satu sisi meskipun dia dan suaminya saling menjunjung tinggi kepercayaan dan berpikiran terbuka, tapi dia tetap merasa sebagai seorang istri yang wajib menjaga kesucian perkawinan mereka dan kesetiaannya pada sang suami.

Tapi di sisi lain Ana tak bisa pungkiri bahwa ada rasa yang lain tumbuh di hatinya terhadap Jodi hingga saat ini. Seorang pria menarik berumur sekitar tiga puluhan, berpenampilan rapi, dan matanya yang tajam selalu membuat jantungnya berdebar kencang saat bertemu mata. Sosoknya yang tinggi tegap membuatnya sangat menawan.

Ana seorang wanita ayu yang bisa dikatakan sedikit pemalu dan selalu berpegang teguh pada sebuah ikatan. Dan dia tak kehilangan bentuk asli tubuhnya setelah melahirkan. Mungil, payudara yang jadi sedikit lebih besar karena menyusui dan sepasang pantat yang menggoda. Rambutnya lurus panjang dengan mata indah yang dapat melumerkan kokohnya batu karang. Semua yang ada pada dirinya membuat dia mempunyai daya tarik seksual terhadap lawan jenisnya meskipun dia tak pernah menunjukkannya.Agen Domino 99

Ah… seandainya saja dia mengaenal Jodi jauh sebelum suaminya datang dalam kehidupannya!

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Ana pejamkan matanya mencoba meredam pergolakan dalam hatinya dan hati kecilnya menuntun tangannya bergerak ke bawah tubuhnya. Vaginanya terasa bergetar akibat membayangkannya dan saat dia menyentuh dirinya sendiri yang masih terhalang celana jeansnya, sebuah ombak kenikmatan menerpa tubuhnya. Jemarinya yang lentik bergerak cepat melepas kancing celananya lalu menurunkan resleitingnya.

Tangannya menyelinap di balik celana dalam katunnya yang berwarna putih, melewati rambut kemaluannya hingga sampai pada gundukan daging hangatnya. Nafasnya terasa terhenti sejenak saat jarinya menyentuh kelentitnya yang sudah basah, membuat sekujur tubuhnya merasakan sensasi yang sangat kuat.

Dia terdiam beberapa waktu. Roy pulang 2 jam lagi, dan Jodi juga datang kira-kira dalam waktu yang sama. Kenapa tidak? Dia tak bisa mencegah dorongan hati kecilnya. Toh dia tak menghianati suaminya secara lahiriah, hanya sekedar untuk memuaskan dirinya sendiri dan 2 jam lebih dari cukup, sisi lain hatinya mencoba beralasan membenarkan kobaran gairahnya yang semakin membesar dalam dadanya.

Ana menurunkan celana jeansnya dan mengeluarkan kakinya satu persatu dari himpitan kain celana jeansnya. Melepaskan celana dalamnya juga, lalu dia kembali rebah di atas sofa. Dari pinggang ke bawah telanjang, kakinya terbuka. Pejamkan matanya lagi dan tangannya kembali bergerak ke bawah, menuju ke pangkal pahanya, membuat dirinya merasa se nyaman yang dia inginkan.

Dia nikmati waktunya, menikmati setiap detiknya. Dia membayangkan Jodi sedang memuaskannya, deru nafasnya semakin cepat. Ana tak pernah berselingkuh selama ini, membayangkan dengan pria lain selain Roy saja belum pernah, semua fantasinya hanya berisikan suaminya. Tapi sekarang ada sesuatu dari pria ini yang menyeretnya ke dalam fantasi barunya.

“Ups! Maaf!” terdengar sebuah suara. Matanya langsung terbuka, dan dia tercekat. Dia melihat bayangan seorang pria menghilang di sudut ruangan. Dia baru sadar kalau dia sudah melakukan masturbasi selama lebih dari 10 menit, dan dia benar-benar tenggelam dalam alam imajinasinya hingga tak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam rumah. Dan dia sadar kalau bayangan pria itu adalah Jodi, dengan terburu-buru dia mengambil pakaiannya dan segera memakainya lagi.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

“Mafkan aku Ana,” kata Jodi, “Nggak ada yang menjawab ketukanku dan pintunya terbuka.” dia berada di sudut ruangan jauh dari pandangan, tapi dia sudah melihat banyak! Pemandangan yang disaksikannya saat dia memasuki ruangan ini membakar pikirannya. Istri sahabatnya berbaring dengan kaki terpentang lebar di atas sofa itu, tangannya bergerak berputar pada kelentitnya. Pahanya yang lembut dan kencang tebuka lebar, rambut kemaluannya yang hitam mengelilingi bibir vaginanya. Penisnya mengeras dengan cepat dalam celana jeansnya.

“Nggak apa-apa,” jawab Ana dari ruang keluarga, “Kamu boleh masuk sekarang.” dia sudah berpakaian lengkap sekarang, dan dia berbaring di atas sofa, menyembunyikan wajahnya dalam telapak tangannya. “Aku sangat malu.” katanya kemudian.

Ah, kita semua pernah melakukannya, Ana!” jawab Jodi. Dia berdiri tepat di samping Ana, seperti ingin agar Ana dapat melihat seberapa ‘kerasnya’ dia. Dia tak dapat mencegahnya, wanita ini sangat menggoda. Dia merasa kalau dia ingin agar wanita ini bergerak padanya!!!

“Tetap saja memalukan!” katanya, menyingkirkan tangannya dari wajahnya. Vaginanya berdenyut sangat hebat, dia hampir saja mendapatkan orgasme tadi! Sebuah desiran yang lain terasa saat dia melihat tonjolan menggelembung pada bagian depan celana Jodi. Dengan cepat dia memalingkan wajahnya, tapi masih saja pria ini memergokinya. Sekarang Jodi menjadi lebih terbakar lagi, ini lebih dari cukup.

“Nggak ada yang harus kamu permalukan, setidaknya itu pendapatku setelah apa yang sudah aku lihat tadi!” katanya tenang. Ana menatapnya penuh dengan tanda tanya. “Aku jadi benar-benar terangsang melihatmu seperti itu,” dia menjelaskan, “Sebuah perasaan yang belum pernah ku alami sebelumnya.” kata-katanya, adalah kenyataan bahwa dia sangat menginginkannya, membuat Ana semakin basah. Dia menyadari betapa istri sahabatnya ini ‘tertarik’ akan perkataannya tersebut dan Jodi memutuskan untuk lebih menekannya lagi.

“Lihat akibatnya padaku!” katanya, tangannya bergerak mengelus tonjolan pada bagian depan celananya. Ini masih dalam batas yang bisa dikatakan ‘wajar’, belum ada batas yang dilanggar. Saat Jodi melihat ‘noda’ basahnya di atas permukaan sofa itu dan mata Ana yang tak berpaling dari seputar pinggangnya, Jodi memutuskan akan melanggar batas tersebut.

Ana hanya melihat dengan diam saat sahabat suaminya ini membuka kancing dan menurunkan resleiting celananya. Ana tak bisa mengingkari bahwa dia menjadi lebih terangsang, dan dia tak menemukan kata yang tepat untuk mencegah pria ini. Dan saat dia menyaksikan pria di depannya ini memasukkan tangannya dalam celana dalamnya sendiri, vaginanya terasa semakin basah.

Jodi mengeluarkan penis kedua dalam hidup Ana yang dilihatnya secara nyata, disamping penis para bintang film porno yang pernah dilihatnya bersama suaminya dulu. Nafas Ana tercekat, matanya terkunci memandangi penis dihadapannya. Dia belum melihat keseluruhannya, dan ini benar-benar sangat berbeda dengan milik suaminya. Tapi ternyata ‘perbedaan’ itulah yang semakin membakar nafsunya semakin lapar. Agen Domino 99

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

“Suka apa yang kamu lihat?” tanyanya pelan. Ana mengangguk, memberanikan diri memandang ke atas pada mata Jodi sebelum melihat kembali pada penisnya yang keras. Jodi mengumpat betapa beruntungnya sahabatnya. Dia ucapkan sebuah kata.

“Sentuhlah!”

Ragu-ragu, dengan hati berdebar kencang, Ana pelan-pelan menyentuh dengan tangannya yang kecil dan melingkari penis pria di depannya ini dengan jarinya. Penis pertama yang dia pegang dengan tangannya, selain milik suaminya, dalam enam tahun belakangan. Perasaan dan emosi yang bergolak di dadanya terasa menegangkan, dan dia inginkan lebih lagi. Jodi melihat penisnya dalam genggaman tangan istri sahabatnya yang kecil, dan dia hanya melihat saat Ana pelan-pelan mulai mengocokkan tangannya.

Terasa sangat panas dan keras dalam genggaman tangannya, dan Ana tak dapat hentikan tangannya membelai kulitnya yang lembut dan berurat besar itu. Jodi bergerak mendekat dan membuat batang penisnya menjadi hanya beberapa inchi saja dari wajah Ana.

Jodi menyentuh tubuh Ana, tangannya meremas pahanya yang masih terbungkus celana jeans. Tanpa sadar Ana membuka kakinya sendiri melebar untuknya, dan tangan Jodi bergerak semakin dalam ke celah paha Ana. Terasa desiran kuat keluar dari vaginanya saat tangan Jodi mulai mengelusi dari luar celana jeansnya, Ana menggelinjang dan meremas penisnya semakin kencang.

Dengan tangannya yang masih bebas, dipegangnya belakang kepala Ana dan mendorongnya semakin mendekat. Ana tak berusaha berontak. Matanya masih terpaku pada penis Jodi, dia menunduk ke depan dan dengan lembut mencium ujung kepalanya. Lidahnya terjulur keluar dan Ana kemudian mulai menjilat dari pangkal hingga ujung penis barunya tersebut.

Sekarang giliran Jodi, tangannya bergerak melucuti pakaian Ana. Ana yang sedang asik dengan batang keras dalam genggaman tangannya tak menghiraukan apa yang dilakukan Jodi. Diciumnya kepala penis Jodi, menggodanya seperti yang disukai suaminya (hanya itulah seputar referensi yang dimilikinya).

Tangan Jodi menyelinap dalam celana dalam Ana, tangannya meluncur melewati rambut kemaluannya. Ana melenguh pelan saat tangan Jodi menyentuh kelentitnya. Dia membuka lebar mulutnya dan memasukkan mainan barunya tersebut ke dalam mulutnya, lidahnya berputar pelan melingkari kepala penis dalam mulutnya. Jodi mengerang, merasakan kehangatan yang membungkus kejantanannya. Dia menatapnya dan melihat batang penisnya menghilang dalam mulut Ana, bibirnya mencengkeram erat di sekelilingnya dan matanya terpejam rapat.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Jodi menjalankan jarinya pada kelentit Ana, menggoda tombol kecilnya, mulut Ana tak bisa bebas mengerang saat tersumpal batang penis Jodi. Dorongan gairah yang hebat membuat Ana semakin bernafsu mengulum naik turun batang penis Jodi. Pinggulnya dengan reflek bergerak memutar merespon tarian jari Jodi pada kelentit sensitifnya.

Jari Jodi mengeksplorasi lubang hangatnya Ana, membuat lenguhannya semakin sering terdengar dalam bunyi yang aneh karena dia tak juga mau melepaskan mulutnya dari batang penis Jodi. Ana tak lagi memikirkan apa yang dia perbuat, dia hanya mengikuti nalurinya. Ini benar-benar lain dengan dia dalam keseharian, sesuatu yang akan membuat suaminya mati berdiri bila dia melihatnya saat ini.

Semuanya meledak begitu saja. Sesuatu yang dimiliki pria ini yang membuka pintu dari sisi lain dirinya dan Jodi sangat menikmati perbuatannya. Masing-masing masih tetap asik dengan kemaluan pasangannya. Dan Ana menginginkan lebih dari ini. Mereka berdua menginginkan lebih dari sekedar begini.

Ana menelan seluruh batang penis Jodi, menahannya di dalam mulutnya untuk memenuhi kehausan gairahnya sendiri. Hidungnya sampai menyentuh rambut kemaluan Jodi, ujung kepala penisnya menyentuh langit-langit tenggorokannya, hampir membuatnya tersedak.

Jodi mengeluarkan tangannya dari balik celana dalam Ana yang membuatnya sedikit kecewa, ada sesuatu yang terasa hilang. Diraihnya tepian celana jeans Ana dan dengan cepat Ana mengangkat sedikit pantatnya dari atas sofa, yang mau tak mau membuatnya melepaskan batang penis itu dari mulutnya, dan mempermudah sahabat suaminya ini melepaskan celananya dari kakinya yang halus.

Nafasnya tercekat, dada terasa berat saat dia melihat Jodi menarik celana dalamnya. Dengan sedikit memaksa dia menurunkannya melewati kakinya dan Ana menendangnya menjauh dari kakinya sendiri. Membantu Jodi menelanjangi tubuh bawahnya. Jodi sekarang berlutut di lantai dan menatap takjub pada segitiga menawan dari rambut kemaluan Ana.

Dia menyentuh vagina Ana dengan tangan kirinya, menjalankan jari tengahnya pada kelentitnya sambil tangan yang satunya menggenggam batang penisnya sendiri.

Ana mendesah pelan, pinggulnya bergetar. Matanya terpejam rapat, dia sangat meresapi rasa yang diberikan selangkangannya. Jodi mengoleskan kepala penisnya pada pipi dan hidung Ana. Saat sampai di mulutnya, Ana membuka mulutnya segera dan Jodi langsung mendorong penisnya masuk.

Tangannya yang kecil menggenggam buah zakarnya dan Ana membuka matanya perlahan saat dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun pada batang penisnya. Jodi semakin melesakkan jarinya ke dalam vagina Ana, membuat Ana memejamkan matanya lagi, mengerang. Vaginanya terasa sangat basah! Jarinya bergerak di seluruh rongga lubang itu, bergerak keluar masuk saat ibu jarinya mengerjai kelentit Ana.

Kini, celana jeans dan celana dalam Jodi sudah jatuh merosot di atas lantai, Jodi menarik penisnya keluar dari mulut Ana dan langsung menendang pakaian bawahnya menjauh. Dia menunduk, tangannya bergerak ke bawah bongkahan pantat Ana, mengangkatnya dari atas sofa agar bagian bawah tubuh istri sahabatnya ini lebih terekspose ke atas. Ana meraih penisnya dan segera memasukkannya kembali ke dalam mulutnya. Jodi mendekatkan kepalanya pada daging nikmat Ana.

Masih tetap menahan pantat Ana ke atas, mulutnya mencium bibir vagina Ana, mencicipi rasa dari istri sahabatnya untuk pertama kalinya. Mulut Ana langsung mengerang merespon, sejenak menikmati sensasi yang diberikan Jodi sebelum kembali meneruskan ‘pekerjaan’ mulutnya. Lidah Jodi melata pada dinding bagian dalam dari vagina Ana, menjilati sari buah gairah yang dikeluarkannya. Agen Domino 99

Ana merasa bibir Jodi menjepit tombol sensitifnya dan lidahnya bergerak pelan pada sasarannya. Erangan semakin tak terkendali lepas dari mulutnya akibat perlakuan Jodi kali ini. Batang penisnya terlepas keluar dari cengkeraman mulut Ana. Jodi semakin menaikkan pantat Ana, menekan vagina Ana pada wajahnya dan lidahnya semakin bergerak menggila.

Jantung Ana serasa mau meledak, nafasnya terasa berat… sangat dekat…

Jantungnya berhenti berdenyut, orgasmenya datang. Pinggulnya mengejat di wajah Jodi dengan liar. Ana merasa jiwanya melayang entah kemana! Pria ini memberinya sebuah oral seks terhebat yang pernah didapatkan dalam hidupnya!

Akhirnya, Ana kembali ke bumi. Jodi melepaskan pantatnya, mengangkat kepalanya dari selangkangan Ana. Batang penisnya terasa sangat keras, dan nafasnya terdengar memburu tak beraturan. Ana pikir dia tak mungkin dapat menghentikan pria ini sekarang meskipun dia menginginkannya. Jodi naik ke atas sofa, menempatkan dirinya diantara paha Ana, yang tetap Ana biarkan terbentang lebar hanya untuknya.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Terlintas dalam pikirannya jika dia tetap meneruskan ini terjadi, milik Jodi adalah penis kedua yang akan memasuki tubuhnya dalam hidupnya. Sedikit gelembung rasa bersalah melayang dalam benaknya. Yang dengan cepat meletus menguap saat ujung kepala penis Jodi menyentuh bibir vaginanya, membuat sekujur tubuhnya seakan tersengat aliran listrik.

Dengan perlahan Jodi memasukkan penisnya menembus ke dalam tubuh Ana. Pada pertengahan perjalanannya dia menghentikan sejenak gerakannya, menikmati gigitan bibir vagina Ana pada batang penisnya dan tiba-tiba dia menghentakkan kedalam dengan satu tusukan. Dinding vaginanya terbuka menyambutnya, dan pelan-pelan Ana dapat merasakan dirinya menerima sesuatu yang lain memasuki tubuhnya kini. Tubuhnya merinding, perasaan menakjubkan ini merenggut nalarnya.

Jodi mengeluarkan separuh dari batang penisnya dan menghujamkannya kembali seluruhnya ke dalam vagina Ana.

Erangan keduanya terdengar saling bersahutan dan Jodi menahan penisnya sejenak di dalam vagina Ana, meresapi sensasinya. Manahan berat tubuhnya dengan kedua lengannya, dia menatap ke bawah pada istri sahabatnya ini sambil menggerakkan penisnya keluar masuk dalam vagina Ana dengan gerakan lambat.

Ana pejamkan matanya, mendesah lirih saat dia rasakan kejantanan Jodi keluar masuk dalam tubuhnya. Jodi melihat batang penisnya menghilang lalu muncul kembali dalam daging hangat basah milik Ana lagi dan lagi, dan gerakannya perlahan semakin cepat. Nafas keduanya semakin berat, Jodi bergerak semakin cepat, Ana menggelinjang, mengerang, kakinya terangkat keatas.

Kedua kakinya akhirnya jatuh dibelakang pantat Jodi yang mengayun keluar masuk. Tubuh Jodi menindih tubuh kecil wanita di bawahnya saat dia mengocok vaginanya semakin keras. Dia menciumi leher Ana, dan menghisap lubang telinganya dengan mulutnya, erangan keduanya terdengar mengiringi setiap gerakan tubuh mereka.

Lengan Ana melingkari tubuh Jodi, kukunya tertancap pada punggung Jodi saat kakinya terayun-ayun oleh gerakan pantat Jodi. Mulut Ana menyusuri leher Jodi, mencari bibirnya. Saat bibir mereka bertemu, mereka berciuman untuk pertama kalinya. Lidah Ana merangsak masuk ke dalam mulut Jodi mengiringi batang penisnya yang menggenjot tubuhnya berulang-ulang. Bibir keduanya saling melumat, saling mengerang dalam mulut masing-masing di atas sofa di ruang tengah itu. Sofa itu sedikit berderit akibat gerakan Jodi yang bertambah liar.

Ana dapat merasakan orgasmenya mulai tumbuh, dan dia menghentikan ciumannya, tak mampu menahan erangannya lagi. Mulut mungilnya mengeluarkan erangan yang sangat keras dan semakin keras saat penis keras Jodi semakin melebarkan vaginanya dan Jodi memasukinya bertambah dalam.

Seorang pria baru! Ana tak pernah melakukannya dengan pria lain selain Roy sebelumnya dan pria baru ini melakukannya dengan sangat hebat! Semuanya terasa bergerak cepat. Orgasmenya meledak, Ana mencoba menahan erangannya dengan menggigit bibir bawahnya.

Dinding-dinding vaginanya berkontraksi mencengkeram batang penis pria baru ini dengan kuat, dan Ana menghentakkan pinggulnya keatas berlawanan dengan gerakan Jodi di atas tubuhnya, berusaha agar batang penis Jodi tenggelam semakin dalam pada tubuhnya saat ombak orgasme mengambil alih kesadarannya.

Jodi memandangi Ana saat dia dilanda orgasme, masih tetap mengocok penisnya dengan kecepatan yang dia mampu. Dia tak menyangka wanita pemalu dan pendiam ini akan begitu mudah ditaklukannya! Dia merasakan miliknya juga segera tiba, gerakannya semakin dipercepat.

Dalam beberapa tusukan kemudian, dan lalu meledaklah. Sejenak setelah orgasme Ana mereda, orgasme Jodi datang.

Tusukan terakhirnya membuat penisnya terkubur semakin jauh dalam vagina Ana. Dia menggeram, penisnya berdenyut hebat. Semburan demi semburan yang kuat keluar dari ujung penisnya mendarat dalam rahim Ana seakan tanpa jeda.

Ana menggoyangkan pantatnya naik ke atas, memeras semua sperma dari penis Jodi. Jodi tak bisa menahan tubuhnya lebih lama, dia jatuh menindih tubuh Ana di bawahnya, mencoba bernafas dengan susah payah.

Tangan Ana membelai punggung Jodi saat sperma terakhirnya keluar dari penisnya menyirami vaginanya. Keduanya masih berusaha untuk mengatur nafas. Kedua bibir mereka merapat, berciuman dengan lembut. Lidahnya menggelitik rongga mulut Ana dan ciuman mereka berubah menjadi liar saat penis Jodi mulai mengecil dalam vagina Ana. Tangan dan paha Ana mencengkeramnya erat, menahannya agar tetap berada dalam tubuhnya.

Dia mendapatkan pengalaman lain dengan pria ini. Pria kedua yang bercinta dengannya dalam 29 tahun usianya. Akhirnya mereka hentikan ciumannya. Jodi mengeluarkan penisnya yang setengah ereksi dari vagina Ana. Keduanya mengenakan pakaiannya masing-masing tanpa saling berkata-kata. Ana terlalu malu untuk mengucapkan sesuatu dan Jodi tak tahu harus berkata apa.

Roy pulang 30 menit kemudian – dia pulang lebih awal, tapi tak lebih awal (beruntunglah mereka). Ketiganya lalu makan malam, dan Ana tak dapat menyingkirkan pikirannya dari bayangan Jodi sepanjang waktu itu.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Roy dan Jodi kemudian sibuk dengan urusan pria yang tak begitu dimengerti oleh Ana. Dan malam berikutnya, mereka berdua duduk di meja makan bersama Ana. Para pria sedang bermain catur. Ana menghabiskan sepanjang harinya mengasuh bayi mereka. Kapanpun saat dia sedang sendiri, dia tak mampu hentikan dirinya memikirkan pengalamannya bersama Jodi kemarin. Dia merasa gairahnya menyala-nyala sepanjang hari itu, dan dia mempunyai beberapa menit untuk memuaskan dirinya dengan tangannya sendiri.

Saat menuangkan minuman pada suaminya dan Jodi malam itu, dia sangat bergairah, dan sangat basah. Setiap kali dia melirik Jodi, ada desiran halus pada vaginanya. Sekarang dia telah mencoba seorang pria lain, dan dia merasa ketagihan!

Jodi tak jauh beda. Dia bermasturbasi mebayangkan istri sahabatnya ini kemarin malam, sebelum tidur. Bayangan tubuh telanjangnya memenuhi benaknya sepanjang hari. Saat Roy pergi ke kamar mandi, Jodi beringsut mendekati Ana.

“Apa kamu menikmati waktu kita kemarin?” tanyanya berbisik.
“Ya.” Ana tersenyum manis. Sifatnya yang malu-malu membuat birahi Jodi terbakar.
“Apa kamu menginginkannya sekarang?” dia bertanya memastikan. Penisnya sudak mengeras sekarang. Ana terkejut dengan pertanyaannya yang sangat berani itu, malu-malu, lalu mengangguk.

Jodi memutuskan akan sedikit menggodanya. Membuat Ana semakin menginginkannya agar kesempatan mendapatkannya lagi semakin terbuka lebar. Dia menurunkan resleiting celananya dan melepaskan kancingnya, tangannya masuk ke dalam pakaian dalamnya. Dia mengeluarkan penisnya, yang sudah ereksi penuh. Nafas Ana tercekat di tenggorokan, denyutan di vaginanya memberinya sebuah sensasi. Batang penis itu berada dalam tubuhnya kemarin. Dia menginginkannya lagi sekarang.

Mereka mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Jodi segara memasukkan penisnya kembali ke dalam celananya. Roy masuk ke dalam ruangan, tak mengira sahabatnya baru saja memperlihatkan penisnya yang ereksi pada istrinya.

Tak lama berselang, entah kenapa dewa kemujuran selalu berpihak pada mereka, Roy lagi-lagi mau ke kamar mandi. Saat dia berdiri dan bergegas ke kamar mandi, vagina istrinya berdenyut membutuhkan penis Jodi. Begitu Roy menghilang dari pandangan keduanya, Jodi langsung bangkit dari kursinya. Mata Ana berbinar terfokus pada tonjolan di celana Jodi saat mereka mendengar pintu kamar mandi ditutup.

Dia langsung menurunkan resleitingnya, dan mengeluarkan batang penisnya. Dengan cekatan Jodi mengocok penisnya sampai ereksi penuh, sangat dekat di wajah Ana. Jodi berdiri dei depan Ana, dan Ana langsung berlutut di hadapan sahabat suaminya.

Kepala penisnya menyentuh kulit pipinya, dan perlahan bergerak ke mulutnya. Saat Jodi merasa bibir lembut Ana menyentuh ujung kepala penisnya, dia merasa mulut itu membuka.

Segera saja kepala penis itu lenyap ke dalam mulut Ana, dan Jodi melihat bibir itu bergerak membungkus seluruh batang penisnya. Tangannya membelai rambut panjang Ana dengan lembut, menahan kepalanya saat seluruh bagian batang penisnya lenyap dalam mulut Ana.

Kepalanya segera bergerak maju mundur pada batang penis itu, suara basah dari hisapan mulutnya segera terdengar.

Kembali, mereka mendengar pintu kamar mandi dibuka, dan Jodi mengeluarkan penisnya dari mulut Ana dengan cepat. Agak kesulitan dia memasukkan penisnya kembali dalam celananya dan segera duduk kembali di kursinya, menutupi perbuatan mereka. Roy duduk dan memberi Ana ciuman kecil, tak tahu kalau istrinya baru saja mendapatkan sebuah batang penis yang lain dalam mulutnya.

Mereka kembali mendapatkan kesempatan sekali lagi di malam itu, dan mereka berusaha memanfaatkannya semaksimal mungkin. Bayi mereka menangis di lantai atas, Roy berinisiatif untuk pergi melihatnya. Ana lebih dari senang mengijinkannya. Dia sangat menginginkan penis itu, tapi dia tak mampu berbuat apa-apa. Meskipun mendapatkannya di dalam mulutnya tak mampu meredakan gairahnya.

Mereka dapat mendengar bunyi langkah kaki Roy yang menaiki tangga, dan Ana langsung berdiri. Dia tak pernah se agresif ini! Tapi ke’hausannya’ akan penis itu mampu merubah tabiatnya. Hanya sekedar untuk segera melihatnya lagi! Dia langsung berlutut di antara paha Jodi, dan Jodi segera membukanya untuknya…

Tangan mungilnya dengan cekatan melepaskan kancing dan resleitingnya, dan dia langsung membukanya dalam sekejap. Ana meraih ke dalam celana dalam Jodi dan mengeluarkan penis kerasnya. Vaginanya langsung basah hanya dengan memandangnya saja. Tangannya yang kecil mengocoknya, saat lidahnya menjilati dari pangkal batang penis Jodi hingga ke ujung.

Sekali lagi, dia kembali memasukkannya ke dalam mulutnya. Menghisapnya dengan rakus hingga mengeluarkan bunyi, tak menghiraukan resiko kepergok suaminya. Jodi mendengarkan dengan seksama gerakan dari lantai atas, memastikan Roy tidak turun ke bawah. Agen Domino 99

Jodi menatapnya. Bibirnya membungkus batang penisnya dengan erat, kepala penisnya tampak bekilatan basah terkena lampu ruangan ini saat itu keluar dari mulutnya, mata Ana terpejam menikmati. Dia ternyata begitu pintar memberikan blow job! Jodi sangat ingin menyetubuhi wanita ini, meskipun hanya sesaat.

Gairahnya sudah tak terbendung lagi, dan dia memegang pipi Ana, batang penisnya keluar dari mulutnya. Jodi berdiri, penisnya mengacung tegang, dan Ana berdiri bersamaan, memandangnya dengan api gairah yang sama. Jodi menciumnya, lembut, melumat bibirnya. Dia menciumnya lagi, dan lidah mereka saling melilit. Lalu ciuman itu berakhir. Jodi memutar tubuh Ana membelakanginya. Ana merasakan tangan Jodi berada pada vaginanya, berusaha melepaskan kancing celananya.

“Jangan…” desahan lirih keluar dari mulutnya. Dia tak tahu kenapa kata itu keluar dari mulutnya saat dia ingin mengucapkan kata ‘ya’. Celananya jatuh hingga lututnya, memperlihatkan pantatnya yang dibungkus dengan celana dalam katun berwarna putih. Jodi merenggut kain itu dan langsung menyentakkannya ke bawah, membuat pantat Ana terpampang bebas di hadapannya. Jodi masih dapat mendengar suara gerakan di lantai atas jadi dia tahu dia aman untuk beberapa saat, dia hanya perlu memasukkan penisnya ke dalam vaginanya, walaupun untuk se detik saja!

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Nafas keduanya memburu, dan Ana sedikit menundukkan tubuhnya ke depan, tangannya bertumpu pada meja makan, membuka lebar kakinya. Jodi jauh lebih tinggi darinya, penisnya berada jauh di atas bongkahan pantatnya. Dia sedikit menekuk lututnya agar posisinya tepat. Dia semakin menekuk lututnya, sangat tidak nyaman, tapi dia sadar kalau dia terlalu tinggi untuk Ana. Dia tahu dia akan merasa kesulitan dalam posisi ini, tapi hasratnya semakin mendesak agar terpenuhi segera.

Dia menggerakkan pinggulnya ke depan, ujung kepala penisnya menyentuh bibir vaginanya. Ana sudah teramat basah! Dan itu semakin mengobarkan api gairah Jodi. Saat bibir vagina Ana sedikit mencengkeram ujung kepala penisnya, Jodi tahu jalan masuknya sudah tepat. Dia mendorong ke depan. Ana menghisapnya masuk ke dalam, separuh dari penisnya masuk ke dalam dengan cepat.

Ana mendesah, merasa Jodi memasukinya. Jodi mencengkeram pantat Ana dan memaksa memasukkan penisnya semakin ke dalam. Batang penisnya sudah seluruhnya terkubur ke dalam cengkeraman hangatnya. Jodi mulai menyetubuhinya dari belakang, menarik penisnya separuh sebelum mendorongnya masuk kembali, lagi dan lagi. Serasa berada di surga bagi mereka berdua. Jodi berada di dalam vaginanya hanya beberapa detik, tapi bagi keduanya itu sudah dapat meredakan gelora api gairah yang membakar.

Tiba-tiba Jodi mendengar gerakan dari lantai atas. Ana tak menghiraukannya, dia sudah tenggelam jauh dalam perasaannya. Jodi mengeluarkan penisnya dari vagina Ana. Sebenarnya Ana ingin teriak melampiaskan kekesalannya, tapi segera dia sadar akan bahaya yang mengancam mereka berdua, segera saja dia menarik celana dan celana dalamnya sekaligus ke atas. Saat Roy datang, mereka berdua sudah duduk kembali di kursinya masing-masing, gusar.

Jodi dan Ana menghabiskan sisa malam itu dengan gairah yang tergantung. Saat malam itu berakhir, Jodi segera bergegas pergi ke kamarnya dan langsung mengeluarkan penisnya. Hanya dibutuhkan 3 menit saja baginya bermasturbasi dan legalah…

Tapi bagi Ana, tidaklah semudah itu. Kamar tidurnya berada di lantai yang berlainan dengan kamar tamu yang dihuni Jodi, dan dia tak punya kesempatan untuk melakukan masturbasi. Bahkan Roy tak mencoba untuk bercinta dengannya malam itu! Seperempat jam ke depan dilaluinya dengan resah. Ana memberi beberapa menit lagi untuk suaminya sebelum dia tak mampu membendungnya lagi.

Dia turun dari tempat tidur, setelah memastikan suaminya sudah tertidur lelap. Dia mengendap-endap menuju ke kamar tamu. Malam itu dia hanya memakai kaos putih besar hingga lututnya dan celana dalam saja untuk menutupi tubuh mungilnya.

Dengan hati-hati dia membuka pintu kamar Jodi, menyelinap masuk, dan menutup perlahan pintu di belakangnya. Jodi sudah tertidur beberapa menit yang lalu. Ana berdiri di samping tempat tidur, memandang pria yang tertidur itu, memutuskan bahwa dia akan melakukannya. Ini tak seperti dirinya! Dia tak pernah seagresif ini! Dia tak pernah berinisiatif! Tapi sekarang, terjadi perubahan besar.

Ditariknya selimut yang menutupi tubuh Jodi, Jodi tergolek tidur di atas kasur hanya memakai celana dalamnya. Ana mencengkeram bagian pinggirnya dan dengan cepat menariknya turun hingga lututnya, membebaskan penis Jodi yang masih lemas. Dengan memandangnya Ana merasakan desiran halus pada vaginanya. Dia tak percaya Jodi tak terbangunkan oleh perbuatannya tadi! Yah, baiklah, dia tahu bagaimana cara membangunkannya.

Ana duduk di samping Jodi, dengan perlahan membuka kaki Jodi ke samping. Tangan mungilnya meraih penis Jodi yang masih lemas menuju ke mulutnya. Rambut panjangnya jatuh tergerai di sekitar pangkal paha Jodi. Jodi setengah bangun, merasa nyaman. Penisnya membesar dalam mulut Ana, dan sebelum ereksi penuh, dia akhirnya benar-benar terjaga. Tak membutuhkan waktu lama baginya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi – istri sahabatnya sedang menghisap penisnya!

Dia mendesah, tangannya meraih ke bawah dan mengelus rambut panjang Ana saat dengan pasti penisnya semakin mengeras dalam mulut Ana. Merasakan penisnya yang semakin membesar dalam mulutnya membuat celana dalam Ana basah, dan dia mulai menggerakkan kepalanya naik turun. Dia menghisap dengan berisik, lidahnya menjalar naik turun seperti seorang professional.

Jodi dapat mendengar bunyi yang dikeluarkan mulut Ana saat menghisap penisnya, dan dia dapat melihat bayangan tubuh Ana yang diterangi cahaya bulan yang masuk ke dalam kamarnya yang gelap. Ana sedang memberinya blow job yang hebat. Untunglah dia bermasturbasi sebelum tidur tadi, kalau tidak pasti dia tak akan dapat bertahan lama.

Ana tak mampu menahannya lagi. Dia ingin vaginanya segera diisi. Dia sangat terangsang, dia sangat membutuhkan penis itu dalam vaginanya seharian tadi. Dikeluarkannya penis Jodi dari dalam mulutnya, dan berdiri dengan bertumpukan lututnya di atas tempat tidur itu. Tangannya menarik bagian bawah kaosnya ke atas dan menyelipkan kedua ibu jarinya di kedua sisi celana dalamnya dan mulai menurunkannya. Diangkatnya salah satu kakinya untuk melepaskan celana dalam itu dari kakinya. Kaki yang satunya lagi dan kemudian merangkak naik ke atas kasur setelah menjatuhkan celana dalamnya ke atas lantai. Nafasnya sesak, menyadari apa yang menantinya.

Diarahkannya batang penis Jodi ke atas dengan tangannya yang kecil dan bergerak ke atas Jodi, memposisikan vaginanya di atasnya. Jodi dapat merasakan bibir vagina Ana yang basah menyentuh ujung kepala penisnya saat Ana mulai menurunkan pinggulnya.

Daging dari bibir vaginanya yang basah membuka dan kepala penis Jodi menyelinap masuk. Ana mengerang lirih, tubuhnya yang disangga oleh kedua lengannya jadi agak maju ke depan. Ana semakin menekan ke bawah, membuat keseluruhan batang penis Jodi akhirnya tenggelam ke dalamnya.

Erangan Ana semakin terdengar keras. Dia merasa sangat penuh! Jodi benar-benar membukanya lebar! Ana semakin menekan pinggulnya ke bawah dan dia mulai menciumi leher Jodi, berusaha menahan Jodi di dalam tubuhnya. Bibir mereka bertemu dan saling melumat dengan bernafsu. Lidah Ana menerobos masuk ke dalam mulut Jodi, menjalar di dalam rongga mulutnya saat dia tetap menahan batang penis Jodi agar berada di dalam vaginanya.

Jodi membalas lilitan lidah Ana, tangannya bergerak masuk ke balik kaos yang dipakai Ana, bergerak ke bawah tubuhnya hingga akhirnya tangan itu mencengkeram bongkahan pantat Ana. Tangannya mengangkat pantat Ana ke atas, membuat tubuhnya naik turun di atasnya – Ana tetap tak membiarkan batang penis Jodi teangkat terlalu jauh dari vaginanya!

Tak menghiraukan keberadaan Roy yang masih terlelap tidur di kamarnya, mereka berdua berkonsentrasi terhadap satu sama lainnya. Tangan Jodi naik ke punggung Ana, menarik kaos yang dipakai Ana bersamanya. Ciuman mereka merenggang, Ana mengangkat tubuhnya, tangannya mengangkat ke atas saat Jodi melepaskan kaosnya lepas dari tubuhnya.

Payudaranya terbebas. Jodi melihatnya untuk pertama kalinya. Di dalam keremangan cahaya, Jodi masih dapat menangkap keindahannya. Payudaranya yang tak begitu besar dengan putting susu yang keras menantang, dan dia menggoyangkannya dihadapan Jodi, menggodanya.

Jodi mengangkat tubuhnya, tangannya yang besar menahan punggung Ana saat dia menghisap putingnya ke dalam mulutnya. Ana menggelinjang kegelian saat lidahnya bergerak melingkari sebelah payudaranya sebelum mencium yang satunya lagi. Pada waktu yang bersamaan Jodi mengangkat pantatnya, masih berusaha agar tetap tenggelam dalam vaginanya, tapi bergerak keluar masuk dengan pelan. Tangannya meremas payudara Ana yang bebas, sedangkan mulutnya terus merangsang payudara yang satunya dengan mulutnya.

Ana memandang Jodi yang merangsang payudaranya, tangannya membelai rambut Jodi dengan lembut. Ana merasa penis Jodi bergerak keluar sedikit tapi tak lama kemudian masuk kembali ke dalam vaginanya. Dia merasa sangat nyaman, sangat berbeda di dalam tubuhnya. Dia mulai menggoyang, mengimbangi kocokan Jodi yang mulai bertambah cepat.

Jodi melepaskan mulut dan tangannya dari payudara Ana dan rebah kembali ke atas kasur. Ana mulai mengangkat pinggulnya naik ke atas hingga batang penis Jodi nyaris terlepas ke luar seluruhnya sebelum menghentakkan pinggulnya ke bawah lagi. Tangan Jodi kembali pada pantat Ana, meremasnya sambil memandangi wanita yang telah menikah ini menggoyang tubuhnya tanpa henti. Dengan tanpa bisa dibendung lagi erangan demi erangan semakin sering terdengar keluar dari mulut Ana.

Orgasme yang sangat dinantikannya seharian ini mulai terbangun dalam tubuhnya. Dengan meremas pantatnya erat, Jodi menggerakkan tubuh Ana naik turun semakin keras dan keras. Hentakan tubuh mereka saling bertemu. Nafas Ana semakin berat, Penis Jodi menyentak dalam tubuhnya berulang kali.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Dengan cepat orgasmenya semakin mendekat. Ana mempercepat kocokannya pada penis Jodi, menghentakkan bertambah cepat seiring orgasmenya yang mendesak keluar. Ana tak mampu membendungnya lebih lama lagi, pandangannya mulai menjadi gelap. Jantungnya berdegup semakin kencang, otot vaginanya berkontraksi, seluruh sendi tubuhnya bergetar saat dia keluar dengan hebatnya. Mulutnya memekik melepaskan himpitan yang menyumbat aliran nafasnya.

Melihat pemandangan itu gairah Jodi semakin memuncak, dia tak memberi kesempatan pada Ana untuk menikmati sensasi orgasmenya. Diangkatnya tubuh mungil wanita itu, dan membaringkan di sampingnya. Dia bergerak ke atas tubuh Ana dan Ana membuka pahanya melebar menyambutnya secara refleks.

Jodi memandangi kepala penisnya yang menekan bibir vagina Ana. Dengan pelan dia mulai masuk, dan mendorongnya masuk ke dalam lubang hangatnya. Ana mengangkat kakinya ke udara, membukanya lebar lebar untuknya. Jodi menahan berat tubuhnya dengan kedua lengannya.

Jodi memberinya satu dorngan yang kuat. Ana memekik, ombak kenikmatan menggulungnya saat batang keras itu memasuki tubuhnya. Jodi mulai menyetubuhinya tanpa ampun, Ana telah sangat membakar gairahnya. Jodi mengocokkan penisnya keluar masuk dalam vagina istri sahabatnya yang berada di bawah tubuhnya dengan cepat, kedua kaki Ana terayun-ayun di atas pantatnya yang menghentak. Agen Domino 99

Tempat tidur sampai bergoyang karena hentakan Jodi. Ana menggigit bibirnya untuk meredam erangannya yang semakin bertambah keras.
Jodi mulai kehilangan kontrol. Penisnya keluar masuk dalam vagina Ana sebelum akhirnya, dia menarik keluar batang penisnya dengan bunyi yang sangat basah.

Jodi mengerang, batang penisnya berdenyut hebat dalam genggaman tangannya. Sebuah tembakan yang kuat dari cairan kental putih keluar dari ujung kepala penisnya dan menghantam perut Ana, beberapa darinya bahkan sampai di payudaranya.

Ana menarik nafas, dadanya terasa sesak saat dia melihat tembakan demi tembakan sperma yang kuat keluar dari penis Jodi, dan mendarat di atas perutnya. Terasa sangat panas pada kulit perutnya, tapi semakin membakar gairahnya menyadari bahwa itu bukan semburan sperma suaminya, tapi dari seorang pria lain.

Akhirnya, sperma terakhir menetes dari penis Jodi, menetes ke atas rambut kemaluan Ana yang terbaring di depannya dengan kaki terpentang lebar. Dengan mata yang terpejam, Ana tersenyum puas.

“Aku membutuhkannya” bisiknya. Mereka terdiam beberapa saat meredakan nafas yang memburu sebelum akhirnya mulai membersihkan tubuh basah mereka. Jodi mencium dengan lembut bibir Ana yang tersenyum.
Ana memakai kaosnya dan menggenggam celana dalamnya dalam tangan, melangkah keluar dari kamar itu dengan perasaan yang sangat lega.

Jodi bangun di keesokan harinya. Peristiwa semalam langsung menyergap benaknya, penisnya mulai mengeras. Dikeluarkannya batang penisnya dan perlahan mulai mengocoknya.

Dia merasa sangat senang saat mendengar ada seseorang yang sedang mandi. Dimasukkannya penisnya kembali kedalam celana dalamnya, bergegas memakai celana jeansnya dan bergegas keluar kamar dengan bersemangat, turun ke lantai bawah.

Dia berharap yang sedang mandi adalah Roy dan Ana ada di lantai bawah. Dia mendengar seseorang sedang membuat kopi di dapur. Dia segera ke sana dan ternyata…

Ana masih dengan pakaian yang dikenakannya malam tadi, sebuah kaos besar hingga lutut, dan sebuah celana dalam saja di baliknya. Dia menoleh saat mendengar ada yang mendekat, dan langsung tersenyum saat mengetahui siapa yang datang. Terasa ada desiran halus di vaginanya saat memandang Jodi.

Ana terkejut saat tangan Jodi melingkar di pinggangnya memeluknya erat dan mencium bibirnya. Lalu Ana sadar ada seseorang yang sedang mandi di lantai atas dan Roy lah yang sedang berada di kamar mandi itu. Bibirnya membalas lumatan Jodi dengan menggebu saat tangan Jodi menyusup ke dalam kaosnya untuk menyentuh payudaranya.

Ana melenguh di dalam mulut Jodi yang memeluknya merapat ke tubuhnya. Desiran gairah memercik dari payudaranya langsung menuju ke vaginanya, membuatnya basah. Wanita mungil itu tak berdaya dalam dekapan Jodi, tangan Ana melingkari leher Jodi.

Mereka berciuman dengan penuh gairah, lidah saling bertaut, perlahan Jodi mendorong tubuh Ana merapat ke dinding. Tangannya meremas bongkahan pantat Ana di balik kaosnya. Dan Ana sangat merasakan tonjolan pada bagian depan celana jeans Jodi yang menekan perutnya.

Ciuman Ana turun ke leher Jodi, lidahnya melata menuju putting Jodi. Ana membiarkan Jodi mengangkat tubuhnya ke atas meja, memandangnya dengan pasif saat Jodi menyingkap kaosnya hingga dadanya. Ana mengangkat kakinya bertumpu pada tepian meja, mempertontonkan celana dalam putihnya.

Vaginanya berdenyut tak terkontrol, menantikan apa yang akan terjadi berikutnya. Jodi berlutut di hadapannya, dia dapat mencium aroma yang kuat dari lembah surganya saat hidungnya bergerak mendekat.

Perlahan diciumnya vagina Ana yang masih tertutupi kain itu, Ana mendesah, kenikmatan mengaliri darahnya. Untuk pertama kalinya, Ana merasa gembira saat Roy berada lama di dalam kamar mandi!

Dengan tak sabar, tangannya menuju ke pangkal pahanya. Jodi hanya menatapnya saat tangan Ana menarik celana dalamnya sendiri ke samping, memperlihatkan rambut kemaluannya, dan kemudian bibir vaginanya yang kemerahan.

Ana menatap pria yang berlutut di antara pahanya, api gairah tampak berkobar dalam matanya, menahan celana dalamnya ke samping untuknya. Jodi menatap matanya seiring bibirnya mulai mencium bibir vaginanya. Membuat lebih banyak desiran kenikmatan mengguyur tubuhnya dan dia mendesah melampiaskan kenikmatan yang dirasakannya.

Lidah Jodi mulai menjilat dari bagian bawah bibir vagina Ana sampai ke bagian atasnya, mendorong kelentitnya dengan ujung lidahnya saat dia menemukannya. Diselipkannya lidahnya masuk ke dalam lubang vaginanya, mersakan bagaimana rasanya cairan gairah Ana.

Dihisapnya bibir vagina itu ke dalam mulutnya dan dia mulai menggerakkan lidahnya naik turun di sana, membuat Ana semakin basah.

Desahannya terdengar, menggoyangkan pinggulnya di wajah Jodi. Jodi melepaskan bibirnya, lidahnya bergerak ke kelentitnya. Dirangsangnya tonjolan daging sensitif itu menggunakan lidahnya dalam gerakan memutar.

Ana menaruh kakinya pada bahu Jodi, duduknya jadi tidak tenang. Tiba-tiba, Jodi menghisap kelentitnya ke dalam mulutnya, menggigitnya diantara bibirnya.

Ana memekik agak keras saat serasa ada aliran listrik yang menyentak tubuhnya. Lidah Jodi bergerak berulang-ulang pada kelentit Ana yang terjepit diantara bibirnya, tahu bahwa titik puncak Ana sudah dekat. Dilepaskannya kelentit itu dari mulutnya dan tangannya menggantikan mengerjai kelentit Ana dengan cepat.

“Oh Tuhan… ” bisiknya mendesah, merasakan orgasmenya mendekat. Jari Jodi bergerak tanpa ampun, pinggul Ana terangkat karenanya. Ana menggigit bibirnya berusaha agar suara jeritannya tak terdengar sampai kepada suaminya yang berada di kamar mandi saat orgasmenya datang dengan hebatnya. Dadanya sesak, nafasnya terhenti beberapa saat, dinding-dinding vaginanya merapat.

Kedua kakinya terpentang lebar di belakang kepala Jodi. Ana mendesah hebat, akhirnya nafasnya kembali mengisi paru-parunya mengiringi terlepasnya orgasmenya.

Cerita Sex Kenikmatan Perselingkuhan Yang Tidak Terlupakan

Jodi berdiri dan langsung mengeluarkan penisnya. Ana memandang dengan lapar pada batang penis dalam genggaman tangan Jodi. Sebelah tangan Ana masih memegangi celana dalamnya ke samping saat tangannya yang satunya lagi meraih batang penis Jodi. Tangan kecil itu menggenggamnya saat Jodi maju mendekat.

Dengan cepat Ana menggesek-gesekkannya pada bibir vaginanya yang basah, berhenti hanya saat itu sudah tepat berada di depan lubang masuknya. Mereka berdua mendengarkan dengan seksama suara dari kamar mandi di lantai atas yang masih terdengar.

Jodi melihat ke bawah pada kepala penisnya yang menekan bibir vagina Ana.

Jodi mendorong ke depan dan menyaksikan bibir itu membuka untuknya, mengijinkannya untuk masuk. Desahan Ana segera terdengar saat dia mersa terisi. Jodi terus mendorong, vagina Ana terus menghisapnya sampai akhirnya, Jodi berada di dalamya dalam satu dorongan saja.

Ana sangat panas dan mencengkeramnya, dan Jodi membiarkan penisnya terkubur di dalam sana untuk beberapa saat, meresapi perasaan yang datang padanya. Tangan Ana masih menahan celana dalamnya ke samping, tangan yang satunya meraih kepala Jodi mendekat padanya.

Lidahnya mencari pasangannya dalam lumatan bibir yang rapat. Dengan pelan Jodi menarik penisnya. Dia mendorongnya masuk kemabali, keras, dan Ana mengerang dalam mulutnya seketika. Tubuh mereka saling merapat, kaki Ana terjuntai terayun dibelakang tubuh Jodi dalam tiap hentakan.

Roy yang masih berada di kamar mandi tak mengira di lantai bawah penis sahabatnya sedang terkubur dalam vagina istrinya. Sementara itu Ana, sedang berada di ambang orgasmenya yang lain. Penis pria ini menyentuhnya dengan begitu berbeda! Terasa sangat nikmat saat keluar masuk dalam tubuhnya seperti itu! Dia orgasme, melenguh, melepaskan ciumannya.

Jodi mundur sedikit dan melihat batang penisnya keluar masuk dalam lubang vaginanya yang kemerahan, tangannya yang kecil menahan celana dalamnya jauh-jauh ke samping yang membuat Jodi heran karena kain itu tak robek. Dia mulai menyutubuhinya dengan keras, menyadari kalau mungkin saja dia tak mempunyai banyak waktu lagi. Agen Domino 99

Jika Roy masuk ke sudut ruangan itu, dia akan melihat ujung kaki istrinya yang terayun dibelakang pantat Jodi. Celana jeans Jodi merosot hingga mata kakinya, celana dalamnya berada di lututnya, dan pantatnya mengayun dengan kecepatan penuh diantara paha Ana yang terbuka lebar. Roy mungkin mendengar suara erangan kenikmatan istrinya.

Jodi terus mengocok, dia dapat merasakan kantung buah zakarnya mengencang dan dia tahu itu tak lama lagi. Dia menggeram, memberinya beberapa kocokan lagi sebelum dilesakkannya batang penisnya ke dalam vagina wanita bersuami itu dan menahannya di dalam sana.

Dia menggeram hebat, penisnya menyemburkan spermanya yang panas di dalam sana. Begitu banyak sperma yang tertumpah di dalam vagina Ana.

Erangan keduanya terdengar saling bersahutan untuk beberapa saat hingga akhirnya mereka tersadar kalau suara dari dalam kamar mandi sudah berhenti, dan tak menyadari sudah berapa lama itu tak terdengar.

Bibir Jodi mengunci bibirnya dan mereka saling melumat untuk beberapa waktu seiring kejantanan Jodi yang melembut di dalam tubuhnya. Kemudian mereka saling merenggang dan Jodi mengeluarkan penisnya yang setengah ereksi itu dari vagina Ana. Dengan cekatan dia mengenakan pakaiannya kembali. Ana membiarkan celana dalamnya seperti begitu. Dia merasa celananya menjadi semakin basah saat ada sperma Jodi yang menetes keluar dari vaginanya saat dia berdiri.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku. Kejadiannya ketika aku sudah berkeluarga dan sudah memiliki 1 orang anak umur ±2 tahun.. usiaku kala itu 30 tahun. Kami baru pindah ke sebuah kompleks perumahan di kota S yang masih sangat baru. Belum banyak penghuni yang menempatinya.. malahan di gang rumahku –yang terdiri dari 12 rumah..– baru 2 rumah yang ditempati.. yaitu rumahku dan rumah Pras.

Pras juga sudah beristri.. namanya Alina.. tapi biasa dipanggil Lina. Mereka belum punya anak sekalipun sudah menikah lebih dari 2 tahun. Rumah Pras hanya berjarak 2 rumah dari rumahku. Nah.. karena tidak ada tetangga yang lain.. kami jadi cepat sekali akrab. Aku dan Pras jadi seperti sahabat lama.. kebetulan kami seumuran dan hobi kami sama.. catur.

Lina.. yang berumur 26 tahun.. juga sangat dekat dengan istriku.. Winda. Mereka hampir tiap hari saling curhat tentang apa saja dan soal seks juga sering mereka perbincangkan. Biasa mereka berbincang di teras depan rumahku kalau sore sambil Winda menyuapi Aria.. anak kami.

Mereka sama sekali tidak tahu kalau aku sering ‘menguping rumpian’ mereka dari kamarku. Aku jadi banyak tahu tentang kehidupan seks Lina dan suaminya. Intinya Lina ‘kurang happy’ soal urusan ranjang ini dengan Pras. Bukannya Pras ada kelainan.. tapi dia senangnya tembak langsung tanpa pemanasan dahulu.. sangat konservatif tanpa variasi dan sangat egois. Begitu sudah ejakulasi ya sudah.. dia tidak peduli dengan istrinya lagi. Sehingga Lina sangat jarang mencapai kepuasan dengan Pras.Agen Domino 99

Sebaliknya istriku cerita ke Lina kalau dia sangat ‘happy’ dengan kehidupan seksnya. Dan memang.. sekalipun aku bukan termasuk ‘pejantan tangguh’.. tapi aku hampir selalu bisa memberikan kepuasan kepada istriku. Mereka saling berbagi cerita dan kadang sangat mendetail malah.

Sering Lina secara terbuka menyatakan iri pada istriku dan hanya ditanggapi dengan tawa terkekeh-kekeh oleh Winda. Wajah Lina cukup cantik.. sekalipun tidak secantik istriku memang.. tapi bodinya sungguh sempurna.. padat berisi. Kulitnya yang putih juga sangat mulus. Dan dalam berpakaian Lina termasuk wanita ‘yang berani’ sekalipun masih dalam batas-batas kesopanan.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Sering aku secara tak sadar menelan ludah mengagumi tubuh Lina.. di luar tahu istriku tentu saja. Sayang sekali tubuh yang demikian menggiurkan jarang mendapat siraman kepuasan seksual.. sering aku berpikiran kotor begitu.
Tapi semuanya masih bisa aku tangkal dengan akal sehatku.

Jum’at petang itu kebetulan aku sendirian di rumah. Winda dan Aria tentu saja.. paginya pulang ke rumah orangtuanya di M.. karena hari Minggunya adik bungsunya menikah. Rencananya Sabtu pagi aku akan menyusul ke M.

Kesepian di rumah sendirian.. setelah mandi aku melangkahkan kaki ke rumah Pras. Maksud hati ingin mengajak dia main catur.. seperti yang sering kami lakukan kalau tidak ada kegiatan. Rumah Pras sepi-sepi saja. Aku hampir mengurungkan niatku untuk mengetuk pintu.. karena aku pikir mereka sedang pergi.

Tapi lamat-lamat aku dengar ada suara TV. Kuketuk pintu sambil memanggil.. “Pras.. Pras..!!” Beberapa saat kemudian terdengar bunyi gerendel dan pintu terbuka. Splass..! Aku sempat termangu sepersekian detik.
Di depanku berdiri sesosok perempuan cantik tanpa make-up dengan rambut yang masih basah tergerai sebahu.
Dia mengenakan daster batik mini warna hijau tua dengan belahan dada rendah.. tanpa lengan yang memerlihatkan pundak dan lengan yang putih dan sangat mulus.

“Eh.. Mas Benny. Masuk Mas..” Sapaan ramah Lina menyadarkan aku bahwa yang membukakan pintu adalah Lina.

Sungguh aku belum pernah melihat Lina secantik ini. Biasanya rambutnya selalu diikat dengan ikat rambut.. tak pernah dibiarkan tergerai seperti ini.

“Nnng.. Pras mana Lin..?”
“Wah, Mas Pras luar kota Mas..”
“Tumben Lin dia tugas luar kota. Kapan pulang..?”
“Iya Mas.. kebetulan ada acara promosi di Y.. jadi dia harus ikut.. sampai Minggu baru pulang. Mas Benny ada perlu ama Mas Pras..?”
“Enggak kok.. cuman pengin ngajak catur aja. Lagi kesepian nih.. Winda ama Aria ke M..”
“Wah kalo cuman main catur ama Lina aja Mas..”

Sebetulnya saat itu aku sudah ingin menolak dan balik kanan pulang ke rumah. Tapi entah bisikan darimana yang membuat aku berani mengatakan.. “Emang Lina bisa catur..?”

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

“Eit.. jangan menghina Mas.. biar Lina cewek, belum tentu kalah lho ama Mas..” kata Lina sambil tersenyum yang menambah manis wajahnya.
“Ya bolehlah.. aku pengin menjajal Lina..” kataku dengan nada agak nakal.
Lagi-lagi Lina tersenyum menjawab godaanku.

Dia membuka pintu lebih lebar dan mempersilakan aku duduk di kursi tamu.
“Sebentar ya Mas.. Lina ambil minuman. Mas susun dulu caturnya..”

Lina melenggang ke ruang tengah. Aku semakin leluasa memperhatikannya dari belakang. Kain daster yang longgar itu ternyata tak mampu menyembunyikan lekuk tubuh Lina yang begitu padat. Goyangan kedua puncak pantatnya yang berisi tampak jelas ketika Lina melangkah. Agen Domino 99

Mataku terus melekat sampai Lina menghilang di pintu dapur. Buru-buru aku ambil catur dari rak pajangan dan aku susun di atas meja tamu. Pas ketika aku selesai menyusun biji catur.. Lina melangkah sambil membawa baki yang berisi 2 cangkir teh dan sepiring kacang goreng kegemaran aku dan Pras kalau lagi main catur.

Ketika Lina membungkuk meletakkan baki di meja.. mau tak mau belahan dada dasternya terbuka dan menyingkap dua bukit payudara yang putih dan sangat padat. Serr.. Seketika darahku berdesir kencang.. ternyata Lina tidak memakai bra..!

Tampaknya Lina tak sadar kalau sudah ‘menraktir’ aku dengan pemandangan yang menggiurkan itu. Dengan wajar dia duduk di kursi sofa di seberang meja.

“Siapa jalan duluan Mas..?”
“Lina kan putih.. ya jalan duluan dong..” kataku sambil masih berdebar-debar.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Beberapa saat kami mulai asik menggerakkan buah catur. Ternyata memang benar.. Lina cukup menguasai permaian ini. Beberapakali langkah Lina membuat aku harus berpikir keras. Lina pun tampakya kerepotan dengan langkah-langkahku. Beberapakali dia tampak memutar otak. Tanpa sadar kadang-kadang dia membungkuk di atas meja yang rendah itu dengan kedua tangannya bertumpu di pinggir meja.

Posisi ini tentu saja membuat belahan dasternya terbuka lebar.. dan kedua payudaranya yang aduhai itu menjadi santapan empuk kedua mataku. Byarrr..!! Konsentrasiku mulai buyar. Satu-duakali dalam posisi seperti itu Lina mengerling kepadaku dan memergoki aku sedang menikmati buah dadanya.

Entah memang dia begitu tenggelam dalam berpikir atau memang sengaja.. dia sama sekali tidak mencoba menutup dasternya dengan tangannya.. seperti layaknya reaksi seorang wanita dalam kondisi ini. Aku semakin berani menjelajah sekitar wilayah dadanya dengan sapuan pandanganku Aku betul-betul terpesona.. sehingga permainan caturku jadi kacau dan dengan mudah ditaklukkan oleh Lina.

“Cckk.. cckk.. cckk.. Lina memang hebat.. aku ngaku kalah deh..”
“Ah dasar Mas aja yang ngalah dan nggak serius mainnya. Konsentrasi dong Mas..” jawab Lina sambil tersenyum menggoda.
“Ayo main lagi.. Lina belum puas nih..” Ada sedikit nada genit di suara Lina.

Kami main lagi.. tapi kali ini aku mencoba lebih konsentrasi. Permainan berjalan lebih seru.. sehingga suatu saat ketika sedang berpikir.. tanpa sengaja tanganku menjatuhkan biji catur yang sudah ‘mati’ ke lantai.

Dengan mata masih menatap papan catur aku mencoba mengambil biji catur tersebut dari lantai dengan tangan kananku. Rupa-rupanya Lina juga melakukan hal yang sama.. sehingga tanpa sengaja tangan kami saling bersenggolan di lantai.

Entah siapa yang memulainya.. tapi kami saling meremas lembut jari tangan di sisi meja sambil masih duduk di kursi masing-masing. Aku melihat ke arah Lina.. dia masih dalam posisi duduk membungkuk tapi matanya terpejam. Jari-jari tangan kirinya masih terus meremas jari tangan kananku.

Aku menjulurkan kepalaku dan mencium dahi Lina dengan sangat mesra.
Dia sedikit terperanjat dengan ‘langkahku’ ini.. tapi hanya sepersekian detik saja.
Matanya masih memejam dan bibirnya yang padat sedikit terbuka dan melenguh pelan.. “Ooohhh..”

Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku kulum lembut bibir Lina dengan bibirku.. dia menyambutnya dengan mengulum balik bibirku sambil tangan kanannya melingkar di belakang leherku.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Kami saling berciuman dengan posisi duduk berseberangan dibatasi oleh meja.
Kulumam bibir Lina ke bibirku beubah menjadi lumatan. Bibirku disedot pelan dan lidahnya mulai menyeberang ke mulutku.
Aku pun menyambutnya dengan permainan lidahku.

Merasa tidak nyaman dalam posisi ini.. dengan sangat terpaksa aku lepaskan ciuman Lina.
Aku lantas bangkit berdiri.. berjalan mengitari meja dan duduk di sisi kiri Lina.

Belum sedetik aku duduk Lina sudah memeluk aku dan bibirnya yang kelihatan jadi lebih sensual kembali melumat kedua bibirku.
Lidahnya terus menjelajah seluruh isi mulutku sepanjang yang bisa dia lakukan.

Aku pun tak mau kalah bereaksi. Harus aku akui bahwa aku belum pernah berciuman begini ‘hot’.. bahkan dengan istriku sekalipun.
Rasanya seumur hidup kami berciuman begini.. sampai akhirnya Lina agak mengendurkan ‘serangannya’.

Kesempatan itu aku gunakan untuk mengubah arah seranganku. Aku ciumi sisi kiri leher Lina yang putih jenjang merangsang itu.
Rintih kegelian yang keluar dari mulut Lina dan aroma sabun yang harum semakin memompa semangatku.

Ciumanku aku geser ke belakang telinga Lina.. sambil sesekali menggigit lembut cuping telinganya.
Lina semakin menggelinjang penuh kegelian bercampur kenikmatan.

“Aaaahhhh.. aaaahhhhh..” Rintihan pelan yang keluar dari mulut Lina yang terbuka lebar seakan musik nan merdu di telingaku.

Lengan kananku kemudian aku rangkulkan ke leher Lina. Tangan kananku mulai menelusup di balik dasternya dan merayap pelan.. menuju puncak buah dada Lina yang sebelah kanan.

Wow.. payudara Lina.. yang sedari tadi aku nikmati dengan sapuan mataku.. ternyata sangat padat. Bentuknya sempurna.. ukurannya cukup besar karena tanganku tak mampu mengangkup seluruhnya.

Jari-jariku mulai menari di sekitar puting susu Lina yang sudah tegak menantang.
Dengan ibu jari dan telunjukku kupelintir lembut puting yang mungil itu.
Lina kembali menggelinjang kegelian.. namun tanpa reaksi penolakan sedikitpun.

Dia menolehkan wajahnya ke kiri.. dengan mata yang masih terpejam dia melumat bibirku.
Kami kembali berciuman dengan panasnya sambil tanganku terus bergerilya di payudara kanannya.
Reaksi kenikmatan Lina dia salurkan melalui ciuman yang semakin ganas dan sesekali gigitan lembut di bibirku.

Tangan kiriku aku gerakkan ke paha kiri Lina. Srengg.. Darahku semakin mengalir deras ketika aku rasakan kelembutan kulit paha mulus Lina.
Lambat namun pasti.. usapan tanganku aku arahkan semakin ke atas mendekati pangkal pahanya.

Ketika jariku mulai menyentuh celana dalam Lina di sekitar bukit kemaluannya.. aku menghentikan gerakanku.
Tangan kiriku aku kembali turunkan.. aku usap lembut pahanya mulai dari atas lutut.

Gerakan ini aku ulang beberapakali sambil tangan kananku masih memelintir puting kanan Lina dan mulut kami masih saling berpagutan.
Ciuman Lina semakin mengganas.. pertanda dia mengharapkan lebih dari gerakan tangan kiriku.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Aku pun mulai meraba bukit kemaluannya yang masih terbalut celana dalam itu.
Entah hanya perasaanku atau memang demikian.. aku rasakan denyut lembut dari alat kemaluan Lina.

Dengan jari tengah tangan kiriku.. kutekan pelan tepat di tengah bukit nan empuk itu. Jdudd..!
Denyutan itu semakin terasa. Aku juga rasakan kehangatan di sana.

“Aaahh.. Mas Ben.. aahhh.. iya.. iya..” Lina melenguh sambil sedikit meronta dan kedua tangannya menyingkap daster mininya serta menurunkan celana dalamnya sampai ke lututnya.

Serta merta mataku bisa menatap leluasa kemaluan Lina.
Bukitnya menyembul indah.. bulu-bulunya cukup tebal sekalipun tidak panjang.. bergerombol hanya di bagian atas.
Di antara kedua gundukan daging mulus itu terlihat celah sempit yang kentara sekali berwarna merah kecoklatan.

Sedetik dua detik aku sempat terpana dengan pemandangan indah yang terhampar di depan mataku ini.

Kemudian jari-jari tangan kiriku mulai membelai semak-semak yang terasa sangat lembut itu.
Betul-betul lembut bulu-bulu Lina.. aku tak pernah mambayangkan ada bulu pubis selembut ini.. hampir selembut rambut bayi.

Lina mereaksi belaianku dengan menciumi leher dan telinga kananku. Kedua tangannya semakin erat memeluk tubuhku.
Tangan kananku daritadi tak berhenti meremas-remas buah dada Lina yang sangat berisi itu.

Jari-jariku mulai mengusap lembut bukit kemaluan Lina yang sangat halus dan lembut.
Perlahan aku sisipkan jari tengah kiriku di celah sempit itu. Aku rasakan sedikit lembab dan agak berlendir. Agen Domino 99

Jemari tanganku menyusup lebih dalam lagi.. sampai kutemukan klitoris Lina yang sangat mungil dengan ujung jariku.
Srett.. Dengan gerakan memutar lembut kuusap benda kecil yang nikmat itu.

“Ahhhh.. iya.. Mas.. Ben.. ahhhh.. ahhhh..” rintihnya akibat ‘ulah nakal’ jemariku di benda sensitif tubuhnya.

Jari tengahku aku tekan sedikit lebih kuat ke klitoris Lina.. sambil aku gosokkan naik-turun.
Lina meresponsnya dengan membuka lebar kedua pahanya.. namun gerakannya terhalang celana dalam yang masih bertengger di kedua lututnya.

Sejenak aku hentikan gosokan jariku.. aku gunakan tangan kiriku untuk menurunkan benda yang menghalangi gerakan Lina itu.
Lina membantu dengan mengangkat kaki kirinya.. sehingga celana dalamnya terlepas dari kaki kirinya.

Sekarang benda itu hanya menggantung di lutut kanan Lina dan gerakan Lina sudah tak terhalang lagi.
Dengan leluasa Lina membuka lebar kedua pahanya.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Dari sudut pandang yang sangat sempit aku masih bisa mengintip bibir kemaluan Lina yang begitu tebal merangsang.. hampir sama tebal dan sensualnya dengan bibir atas Lina yang masih menciumi leherku.

Jariku sekarang makin leluasa menjelajah seluruh kemaluan Lina yang sudah sangat licin berlendir.
Penuh perasaan kugosok-gosok klitoris Lina dengan lebih kuat.. sambil sesekali mengusap ujung liang kenikmatannya dan aku gesek ke atas ke arah klitorisnya.

Aku tau ini bagian yang sangat sensitif dari tubuh wanita.. tak terkecuali wanita molek yang di sampingku ini.
Lina menggelinjang semakin hebat. “Aaaaaahhhhh.. Mas.. Mas.. ahhhhh.. terus.. ahhhhh..” pintanya sambil merintih.

Intensitas gosokanku semakin aku tingkatkan. Aku mulai mengorek bagian luar lubang senggama Lina.

“Iya.. ahhh.. iya.. Mas.. Mas.. Mas Ben..” Lina sudah lupa apa yang harus dia lakukan.

Dia hanya tergolek bersandar di sofa yang empuk itu. Kepalanya terdongak ke belakang.. matanya tertutup rapat.
Mulutnya terbuka lebar sambil tak henti mengeluarkan erangan penuh kenikmatan.
Tangannya terkulai lemas di samping tubuhnya.. tak lagi memelukku.

Tangan kananku pun telah berhenti ‘bekerja..’ karena aku harus merangkul erat Lina agar dia tidak melorot ke bawah.
Daster Lina sudah terbuka sampai ke perutnya.. menyingkap kulit yang sangat putih mulus tak bercacat.
Sementara celana dalam Lina masih menggantung di lutut kanannya. Pahanya kini telah mengangkang maksimal.

Jariku masih menari-nari di seluruh bagian luar kemaluan perempuan cantik yang semakin aku pandang semakin indah ini.
Sengaja aku belum menyentuhi bagian dalam liang surganya tersebut.

Eksesnya.. Lina bereaksi kian ‘histeris’ .. sekarang kepalanya menggeleng-geleng kiri-kanan dengan liarnya.
Rambut basahnya yang sudah mulai kering tergerai acak-acakan.. malah menambah keayuan wajah Lina.

“Mas.. Mas.. ahhhhh.. enak.. ahhhh nggak tahaaann.. ahhhh..”

Hmm.. Lina sudah hampir mencapai puncak kenikmatan birahinya. Pikirku menganalisis.

Maka kemudian dengan lembut aku mulai tusukkan jari tengahku ke dalam lubang vaginanya yang kini telah sangat basah.
Kusorongkan sampai seluruh jariku tertelan liang nikmat Lina yang terasa cukup sempit menjepit jariku.

Slebb.. kutarik perlahan sambil sedikit aku bengkokkan ke atas.. sehingga ujung jariku menggesek lembut dinding atas vagina Lina.

Gerakan ini aku lakukan berulangkali.. masuk lurus keluar bengkok.. masuk lurus keluar bengkok.. begitu seterusnya.
Hingga.. tak sampai 10 kali gerakan ini.. tiba-tiba Tubuh Lina menjadi kaku..
Kedua tangannnya mencengkeram erat pinggiran sofa. Kepalanya semakin mendongak ke belakang. Mulutnya terbuka lebar.

Gerakanku aku percepat dan aku tekan lebih dalam lagi. “Aaahhhhh..” Lina melenguh dalam satu tarikan nafas yang panjang. Tubuhnya sedikit menggigil.

Aku bisa merasakan jari tanganku makin terjepit kontraksi otot vagina Lina.. dan bersamaan dengan itu.. Srrrr.. srrr.. srrr.. kurasakan kehangatan cairan yang menyiram jariku di lorong liang nikmatnya bersamaan dengan kedutan-kedutan dinding kemaluan perempuan cantik istri tetanggaku ini. Hehe.. Lina telah mencapai orgasmenya.

Namun demikian aku tidak menghentikan gerakan jariku.. hanya sedikit mengurangi kecepatannya.
Tubuh Lina masih menggigil dan menegang. Mulutnya terbuka tapi tak ada suara yang keluar sepatahpun.. hanya embusan nafas kuat dan pendek-pendek yang dia keluarkan lewat mulutnya.

Kondisi demikian berlangsung selama beberapa saat.

Selang beberapa saat kemudian tubuh Lina berangsur melemas.. aku pun memperlambat gerakan jariku sampai akhirnya dengan sangat perlahan kucabut dari liang kenikmatan Lina.
Kulihat mata Lina masih terpejam rapat.. bibirnya masih sedikit ternganga.

Dengan lembut dan pelan aku dekatkan bibirku ke mulut Lina. Kucium mesra bibirnya yang sangat sensual itu.
Lina pun menyambut dengan tak kalah mesranya. Kami berciuman bak sepasang kekasih yang saling jatuh cinta.
Agak berbeda dengan ciuman yang menggelora seperti sebelumnya.

“Nikmat Lin..?” Dengan lembut aku berbisik di telinga Lina.
“Mas Ben.. ah.. Lina belum pernah merasakan kenikmatan seperti tadi.. sungguh Mas. Mas Ben sangat pinter.. Makasih Mas.. Winda sungguh beruntung punya suami Mas..”

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

“Aku yang beruntung Lin.. bisa memberi kepuasan kepada wanita secantik dan semulus kamu..”
“Ah Mas Ben bisa aja.. Lina jadi malu..” ujarnya tersipu.

Seluruh kejadian tadi sekalipun terasa sangat lama.. tapi aku tahu sesungguhnya tak lebih dari 5 menit.
Oh.. ternyata Lina wanita yang cepat mencapai orgasme.. asal tahu bagaimana caranya.
Sungguh tolol dan egois Pras kalau sampai tidak bisa memuaskan istrinya ini. Pikirku dalam hati.

Lina kemudian sadar akan kondisinya saat itu.
Dasternya awut-awutan.. kemaluannya masih terbuka lebar dan celana dalamnya tersangkut di lututnya.
Dia segera duduk tegak.. menurunkan dasternya.. sehingga menutup pangkal pahanya.
Gerakan yang sia-sia sebetulnya.. karena aku sudah melihat segalanya. Akhirnya dia bangkit berdiri.

“Lina mau cuci dulu Mas..”
“Aku ikut dong Lin.. ntar aku cuciin..” aku menggodanya.

“Ihhh Mas Ben genit..” Sambil berkata demikian dia menggamit tanganku dan menarikku ke kamarnya.
Aku tau ada kamar mandi kecil di sana.. sama persis seperti rumahku.

Sampai di kamar Lina aku berkata.. “Aku copot pakaianku dulu ya Lin.. biar nggak basah..”
Lina tidak berkata apa-apa.. tetapi mendekati aku dan membantu melepas kancing celanaku sementara aku melepaskan kaosku.
Aku lepaskan juga celanaku dan aku hanya memakai celana dalam saja.

Lina melirik ke arah celana dalamku.. atau lebih tepatnya ke arah benjolan berbentuk batang yang ada di balik celana dalamku.

Aku maju selangkah dan mengangkat ujung bawah daster Lina sampai ke atas dan Lina mengangkat kedua tangannya.. sehingga dasternya mudah terlepas.
Baru sekarang aku bisa melihat dengan jelas tubuh mulus Lina.
Sungguh tubuh wanita yang sempurna.. semuanya begitu indah dan proporsional.. jauh melampaui khayalanku sebelumnya.

Payudara yang dari tadi hanya aku intip dan raba sekarang terpampang dengan jelas di hadapanku. Bentuknya bundar kencang.. cukup besar.. tapi masih proporsional dengan ukuran tubuh Lina yang seksi itu.

Puting susunya sangat kecil bila dibanding ukuran bukit buah dadanya sendiri.
Warna putingnya coklat agak tua.. sungguh kontras dengan warna kulit Lina yang begitu putih.
Perut Lina sungguh kecil dan rata.. tak tampak sedikitpun timbunan lemak di sana.

Pinggulnya sungguh indah dan pantatnya sangat seksi.. padat dan sangat mulus.
Pahanya sangat mulus dan padat.. betisnya tidak terlampau besar dan pergelangan kakinya sangat kecil.

Rupa-rupa Lina sadar kalau aku sedang mengagumi tubuhnya.
Dengan agak malu-malu di berkata.. “Mas curang.. Lina udah telanjang tapi Mas belum buka celana dalamnya..”

Tanpa menunggu reaksiku.. Lina maju selangkah.. agak membungkuk dan memelorotkan celana dalamku.
Aku membantunya dengan melangkah keluar dari celanaku.

Tuink..!! Tongkat kejantananku yang sedari tadi sudah berdiri tegak langsung menyentak seperti mainan badut keluar dari kotaknya.

Kami berdua berdiri berhadapan sambil bertelanjang bulat saling memandangi.

Tak tahan aku hanya melihat tubuh molek Lina.. aku maju.. langsung kupeluk erat tubuh Lina.
Ughh.. Kurasakan nikmat ketika kulit tubuhku langsung bersentuhan dengan kulit halus tubuh Lina tanpa sehelai benangpun yang menghalangi.

“Kamu cantik dan seksi sekali Lin..”
“Ah Mas Ben ngeledek aja..”
“Bener kok Lin..” balasku tulus tapi modus.. hehe..
Sambil berkata demikian aku rangkul Lina lalu aku bimbing masuk ke kamar mandi.

Aku semprotkan sedikit air dengan shower ke kemauluan Lina yang masih berlendir itu.
Kemudian tangan kananku aku lumuri dengan sabun.. aku peluk Lina dari belakang dan aku sabuni seluruh kemaluan Lina dengan lembut. Agen Domino 99

Rupanya Lina suka dengan apa yang aku lakukan.. dia merapatkan punggungnya ke tubuhku.. sehingga penisku menempel rapat ke pantatnya.
Dengan gerakan lambat dan teratur aku menggosok selangkangan Lina dengan sabun.

Lina mengimbanginya dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan gerakanku.
Gesekan tubuhku dengan kulit halus mulus Lina seakan membawaku ke puncak surga dunia.

Akhirnya selesai juga aku membantu Lina mencuci selangkangannya dan mengeringkan diri dengan handuk.
Sambil saling rangkul kami kembali ke kamar dan berbaring bersisian di tempat tidur.
Kami saling berpelukan dan berciuman penuh kemesraan.

Aku raba seluruh permukaan tubuh mulus Lina.. betul-betul halus dan sempurna.
Lina pun beraksi mengelus batang kejantananku yang semakin menegang itu.

Aku ingin memberikan Lina kepuasan sebanyak mungkin malam ini.
Aku ingin Lina merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dengan seorang pria.

Dan aku merasa sangat beruntung bisa melakukan itu.. karena dari cerita Lina ke Winda.. aku tahu tak ada pria lain yang pernah menyentuhnya kecuali Pras.. dan sekarang aku.

Tubuh telanjang Lina aku telentangkan.. kemudian aku melorot mendekati kakinya.
Aku mulai menciumi betisnya.. perlahan ke atas ke pahanya yang mulus.
Aku nikmati betul setiap inci kulit paha mulus dan halusnya dengan sapuan bibir dan lidahku.

Akhirnya mulutku mulai mendekati pangkal pahanya. “Ahhhhh Mas Ben.. ah.. jangan.. nanti Lina nggak tahan lagi.. ahh..”
Sekalipun mulutnya berkata ‘jangan’ namun Lina justru membuka kedua pahanya semakin lebar.. seakan menyambut baik serangan mulutku itu.

“Nikmati saja Lin.. aku akan memberikan apa yang tidak pernah diberikan Pras padamu..”

Aku meneruskan jilatan dan ciumanku ke daerah selangkangan Lina yang sudah menganga lebar.
Aku lihat jelas bibir vaginanya yang begitu tebal dan sensual. Perlahan aku katupkan kedua bibirku ke bibir bawah Lina.

Sambil ‘berciuman’ aku julurkan lidahku mengorek ujung liang senggama Lina yang merangsang dan wangi itu.
“Ahhhh.. Mas Ben.. aaaaahhh.. please.. please..” Begitu mudahnya kata-kata Lina berubah dari ‘jangan’ menjadi ‘please..’

Bibirku aku geser sedikit ke atas.. sehingga menyentuh klitorisnya yang berwarna pink itu. Perlahan aku julurkan lidahku dan aku menjilatinya berkali-kali.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Sekarang Lina bereaksi tepat seperti yang aku duga. Dia membuka selangkangannya semakin lebar dan menekuk lututnya serta mengangkat pantatnya.

Aku segera memegang pantatnya sambil meremas-remasnya. Lidahku semakin leluasa menari di klitoris Lina.

“Aaaaaahhhhhh.. enak Mas.. enak.. ahhhh.. iya.. ahhhh ahhhhh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Lina menggambarkan apa yang sedang dia rasakan saat ini.

Aku semakin meningkatkan kegiatan mulutku.. aku katupkan kedua bibirku ke klitoris Lina yang begitu mungil..
Kusedot lambat-lambat benda sebesar kacang hijau itu dengan cerucupan keras.

“Maaaaasss.. nggak tahaaaan.. ahhhhh.. Maassss..”

Dari pengalamanku tadi memasturbasi Lina dengan jari.. aku tahu pertahanan Lina tinggal setipis kertas. Lalu aku ubah taktikku. Aku lepaskan tangan kananku dari pantat Lina.. kemudian jari tengahku kembali beraksi menggosok klitorisnya.

Lidahku aku julurkan mengorek seluruh lubang kenikmatan Lina sejauh yang aku bisa. Dan ternyata.. sungguh luar biasa respon Lina.
Tubuhnya menegang.. membuat pantat dan selangkangannya semakin terangkat.. kedua tangannya mencengkeram kain sprei.

“Aaaahhhhh.. maaaassss..” erangnya lepas.. bersama dorongan pinggulnya ke atas.. Srrr.. srrr.. srrrr..!
Bersamaan dengan erangan Lina aku rasakan ada cairan hangat dan agak asin yang keluar dari liang vaginanya dan langsung membasahi lidahku.
Kujulurkan lidahku semakin dalam dan semakin banyak cairan yang bisa aku rasakan.

Tiba-tiba Lina ‘memberontak..’ segera menarikku untuk mendekatinya. Tangan kananku dia pegang dan sentuhkan ke kemaluannya.
Sambil matanya masih terpejam.. dia memelukku dan langsung mencium bibirku yang masih berlepotan dengan lendir kenikmatannya.

Aku tahu apa yang dia mau. Kubiarkan bibir dan lidahnya menari di mulutku menyapu semua sisa lendir yang ada di sana.

Jari tanganku kembali kubenamkan ke liang vaginanya dan aku gerakkan masuk-keluar dengan cepat.
Tubuh Lina kembali menggigil.. vaginanya mengeluarkan cairan lagi. Rupanya itu adalah sisa orgasmenya barusan.

Kami masih berciuman sampai tubuh Lina mulai melemas. Perlahan kuangkat tangan kananku dari selangkangannya.. kupeluk dia dengan lembut. Bibirku perlahan aku lepaskan dari cengkeraman mulut Lina.

Tubuh Lina tergolek lemas.. seakan tanpa tulang. Matanya sedikit terbuka menatap mesra ke arahku.
Bibirnya sedikit menyungging senyum penuh kepuasan.

“Mas.. itu tadi luar biasa Mas.. Lina belum pernah digituin.. Mas Ben hebat.. makasih Mas.. Lina hutang banyak ama Mas Ben..” ujarnya dengan suara sedikit serak namun penuh kepuasan.

“Lin.. aku juga sangat senang kok bisa membuat Lina puas seperti itu..”
Sambil aku kecup lembut keningnya. Mata Lina berbinar penuh rasa terimakasih. Aku merasakan kenikmatan bathin yang luar biasa saat itu.

Kami berbaring telentang bersebelahan untuk beberapa saat. Penisku masih tegang berdiri.. tapi aku tidak hiraukan karena nanti pasti akan dapat giliran juga.

Selang beberapa saat Lina bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Kali ini kubiarkan dia membersihkan dirinya sendiri.
Aku tetap berbaring sambil mengenangkan keindahan yang baru kualami barusan tadi.

Tak berapa lama Lina sudah kembali dan dia langsung berbaring di sampingku.
Matanya menatap lekat ke penisku seakan dia baru sadar ada benda itu di sana.

“Mas Ben pengin diapain..?” Lina bertanya manja.
“Terserah kamu Lin.. biasanya ama Pras gimana dong..?” Aku coba memancingnya.

“Biasa.. ya langsung dimasukin aja Mas. Lina jarang puas ama dia..” ungkapnya tanpa tedeng aling-aling lagi.
“Oh.. terus Lina penginnya gimana..?”

“Ya.. kayak ama Mas Ben tadi.. Lina puas banget.. Lina pengin cium punya Mas Ben boleh nggak..?”
“Emang Lina belum pernah..?”

“Belum Mas..” agak jengah dia menjawab.. “Mas Pras nggak pernah mau..”
“Ya silakan kalau Lina mau..” ujarku lagi.

Tanpa menunggu komando Lina segera merangkak mengarahkan kepalanya mendekati selangkanganku.
Dia pegang batang penisku.. dia mengamati dari dekat sambil sedikit melakukan gerakan mengocok. Sangat kaku dan canggung memang kurasa.

“Ayo Lin.. aku nggak apa-apa kok. Kalau Lina suka.. lakuin apa yang Lina mau..”

Dengan penuh keraguan Lina mendekatkan mulutnya ke kepala penisku. Pelan-pelan dia buka bibirnya dan memasukkan helm penisku ke dalam mulutnya.
Hanya sampai sebatas leher kemudian dia sedot perlahan.

Dia tetap melakukan itu untuk beberapa saat tanpa perubahan. Tentu saja aku tidak bisa merasakan sensasi yang seharusnya.
Rupanya dia benar-benar belum pernah melakukan oral ke penis lelaki.

Maka dengan lembut aku pegang tangan kiri Lina. Aku genggam jemarinya yang lentik dan aku tarik mendekat ke mulutku.
Aku pegang telunjuknya kemudian aku masukkan ke dalam mulutku.
Aku gerakkan masuk-keluar dengan lambat.. sambil sesekali aku jilat dengan lidahku saat jari lentiknya masih dalam mulutku.

Lina segera paham bahwa aku sedang ‘memberi bimbingan’ bagaimana seharusnya yang dia lakukan. Tanpa ragu dia mempraktikkan apa yang taku kulakukan pada jarinya.

Batang penisku dimasukkan ke dalam mulutnya.. kemudian kepalanya diangguk-anggukkan.. sehingga senjataku tergesek keluar-masuk mulutnya yang sensual itu.
Sekalipun masih agak canggung tapi aku mulai bisa merasakan ‘pelayanan’ yang diberikan Lina kepadaku.

Semakin lama dia semakin tenang dan tidak kaku lagi. Kadang dia mainkan lidahnya di sekeliling kepala penisku dalam mulutnya.
Wow.. dalam sekejap Lina sudah mulai ahli dalam oral sex.

Sepertinya Lina sendiri mulai bisa merasakan sensasi dari apa yang dia lakukan dengan mulut dan lidahnya.
Dia mulai berani bereksperiman. Kadang dia keluarkan penisku dari mulutnya.. menciumi batangnya kemudian memasukkannya kembali.
Sesekali dia hanya mengisap kepalanya sambil mengocok batang kemaluanku. Aku mulai merasakan rangsangan dan ikut menikmati permainan mulut Lina.

“Gimana Lin rasanya..?”
“Mas.. Lina merasakan rangsangan yang luar biasa.. Penisnya Mas enak.. Lina suka..”

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Aku bangkit berdiri di atas kasur sambil bersandar di dinding kepala ranjang. Lina pun spertinya langsung tahu harus bagaimana.
Dia lantas duduk bersimpuh di hadapanku dan kembali mengisap penisku. Kepalanya tetap digerakkan maju-mundur.

Dan sekarang dia menemukan cara baru. Dia menjepit batang penisku di antara kedua bibirnya yang terkatup.
Kemudian dia mengangguk-anggukkan kepalanya. Wow.. sungguh Lina cepat belajar dalam hal beginian.
Batang dan kepala penisku dia gesek dengan bibir tebalnya yang terkatup.

Aku membantu dia dengan menggerakkan pantatku maju-mundur. “Ohhh Lin.. mulutmu enak sekali.. terus Lin..”
“Mas Ben suka..? Winda sering ya giniin Mas Ben..?”
“Iya Lin.. tapi aku lebih suka kamu.. bibirmu seksi sekali.. ooohhh Lin.. Winda juga suka.. isep bolaku dan jilati semuanya Lin.. ohhh..”

Lina rupanya nggak mau kalah.. dia segera melepaskan batang penisku dari mulutnya dan mulai menjilati dan mengisap bola kembarku.
Tangannya sambil mengocok batang kelakianku. Oh sungguh nikmat. Aku belai rambut Lina dan aku usap kepalanya.

Lina suka sekali dan dia masih terus menggerayangi seluruh selangkanganku dengan lidahnya. Brrr..! Rasanya sungguh nikmat.

Kemudian kami berganti posisi. Aku kembali berbaring telentang.. dan Lina aku minta merangkak di atasku dengan posisi kepala terbalik. Kami di posisi 69 dan ini adalah salahsatu favoritku.

Lina sekarang sudah cukup mahir dalam oral sex. Dia segera mengulum batang penisku.. aku pun mulai menjilati vaginanya.
Dengan posisi ini liang kenikmatan Lina sangat terbuka di hadapanku dan aku lebih leluasa menikmati dengan bibir dan lidahku.

Aku jilat dan isap klitoris Lina yang sudah menantang dan jariku mengorek liang senggamanya.
Sesekali aku ciumi bibir vaginanya yang begitu merangsang.

Lina pun tak mau kalah.. dia melakukan segala cara yang dia tau terhadap tongkat kejantananku.
Dia mainkan pakai lidah.. dia kocok sambil dia isap.. dia mainkan kepala penisku mengitari kedua bibirnya. Sungguh nikmat sekali.

Tak terlalu lama aku mulai merasakan bahwa Lina sudah tidak bisa menahan lagi.
Pantatnya mulai bergoyang limbung kegelian.. namun aku menjilati terus klitorisnya sambil jariku menusuk-nusuk liang kenikmatannya.

Hingga beberapa saat berselang akhirnya Lina sampai juga di puncak nikmatnya.. lagi..!
Tubuhnya menegang.. gerakan anggukan kepalanya sambil mengisap penisku semakin menggila.
Kurasakan tubuhnya yang gemetaran.. tapi dia tetap tak rela melepas penisku dari mulutnya.

Aku semakin giat mencium klitorisnya dan mengorek vaginanya dengan jariku.
Tubuh Lina tiba-tiba mematung dan kurasakan cairan hangat meleleh keluar dari liang senggamanya.

Aku langsung menutup lubang vagina Lina dengan mulutku dan membiarkan cairan kenikmatannya membasahi lidahku.
Rasanya asin.. tapi sama sekali tidak amis.. sehingga aku tak ragu menelan cairan itu sampai tandas.

Kemudian perlahan aku mulai lagi menciumi dan menjilati seluruh permukaan vagina Lina. Otot Lina sudah agak mengendur juga.
Dia mulai lagi melakukan segala eksperimen dengan mulut dan lidahnya ke penisku.

Kami mulai lagi dari awal. Perlahan namun pasti.. Lina mulai mendaki lagi puncak kenikmatan birahinya.
Aku tangkupkan kedua tanganku ke bukit pantat Lina dan mulai membelai dan meremas lembut.
Lina menanggapinya dengan sedotan panjang di penisku. Lidahku kembali menelusuri segala penjuru selangkangan Lina.

Beberapa saat kemudian aku mulai merasakan tubuh Lina kembali gemetaran.
Aku cium bibir bawahnya dan aku sorongkan lidahku sedalam mungkin ke dalam guanya yang merangsang.
Aku juga mulai merasa kalau pertahananku mulai goyah dan bendunganku akan segera ambrol.

Lina mempercepat gerakan kepalanya dan akupun mengisap makin kuat vaginanya.
Aku sudah tak kuat menahan ‘amarah’ spermaku dan.. Crotts.. crotts.. crotts..! Lahar hangat spermaku menyembur di dalam mulut Lina.
Untuk sedetik Lina agak kaget tapi dia cepat tanggap. Dia segera mempercepat gerakan kepalanya sambil menelan seluruh air maniku.

Crotts.. crotts..! Sisa maniku kembali menyembur dan kali ini Lina menyambutnya dengan isapan kuat di penisku.. seakan ingin menyedot apa yang masih tersisa di dalam sana. Agen Domino 99
Erghhh.. Akhh..! Kurasakan nikmat yang luar biasa.

Ekspresi kenikmatan ini aku lampiaskan dengan semakin gila menjilati dan menyedot vagina Lina.
Rupanya Lina juga sudah hampir mencapai klimaksnya. Belaian lidahku di mulut vaginanya membuat puncak itu semakin cepat tercapai.

Akhirnya sekali lagi tubuh Lina menegang dan cairan hangat kembali meleleh dari kawahnya.
Lidahku kembali menerima siraman lendir kenikmatan itu yang segera aku telan.

Beberapa saat kemudian.. dengan enggan Lina bangkit dan berbaring telentang di sampingku.
Penisku.. walaupun masih berdiri.. tapi sudah tidak setegak tadi. Lina memelukku dengan manja dan kami berciuman dengan mesra.

“Gimana, Lin..? Puas..? Sorry ya.. tadi aku nggak tahan keluar di mulut kamu..” bisikku mesra di telinganya.
“Lina puas sekali Mas.. sampai duakali gitu lho.. Lina suka sperma Mas Ben.. asin-asin gimana gitu. Kapan-kapan boleh minta lagi dong Mas..” Lina mulai keluar kenesnya.

“Boleh aja Lin.. asal disisain buat Winda.. hehehe..” balasku sembari mengelus payudara sekalnya.
Lina mencubit genit lenganku. “Iihhh.. Mas Ben.. paling bisa deh.. emang Mas sering gaya gituan dengan Winda..?”
Aku tahu Winda juga sering bercerita soal kegiatan seks kami ke Lina.. jadi aku yakin Lina sudah tahu juga.

“Enggaklah.. ini baru pertama dengan kamu Lin..”
“Ah Mas bohong.. Winda kan sering cerita ke Lina.. katanya Mas Ben pinter ngeseks. Makanya diam-diam Lina pengin main ama Mas..”

“Udah kesampaian kan keinginanmu Lin..”
“Iya sih.. tapi Mas jangan marah ya.. Lina sering bayangin kita main bertiga dengan Winda.. Mas mau nggak..?”

Kaget juga kau mendengar keinginan Lina ini. Jujur saja aku juga sering berfantasi membayangkan alangkah nikmatnya bercinta dengan Winda dan Lina sekaligus.
Tapi tentu saja aku tak pernah berani ngomong dengan Winda. Bisa pecah Perang Dunia III.. lagipula itu kan hanya fantasi liar saja.

“Mau sih Lin.. tapi kan nggak mungkin.. Winda pasti marah besar..”
“Iya ya.. Winda kan orangnya agak alim..”

Beberapa saat kami terus berbincang hal-hal demikian sampai kira-kira 10 menit.
Hingga beberapa saat kemudian dengan malas kami ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Di kamar mandi kami saling menyabuni dan saling membersihkan tubuh kami.
Aku jadi semakin mengagumi tubuh Lina. Tak ada segumpal lemakpun di tubuhnya dan semuanya padat berisi.

Setelah mengeringkan diri kami kembali ke atas ranjang dan berpelukan mesra.
Sambil saling berciuman aku mulai menggerayangi tubuh molek Lina..
Tak bosan-bosannya aku meremas dan mengusap buah dadanya yang sangat segar itu.

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Perlahan aku mulai menghujani leher dan pundak Lina dengan ciumanku. Tak sampai di situ saja.. mulutku mulai aku arahkan ke dada Lina.
Buah dadanya yang tegak mulai aku cium dan aku gigit-gigit lembut.

Lina sangat menyukai apa yang aku lakukan. “Ahhhh.. iya Mas.. di situ Mas.. ahhhhh Lina terangsang Mas..”
Lidahku menjilati puting susunya yang mungil dan keras itu.

Lina semakin menggelinjang. Tangannya menyusup ke bawah ke selangkanganku. Dipegangnya batang kemaluanku yang masih agak lemas.
Dia permainkan penisku dengan jari-jarinya yang lentik. Mau tak mau burungku mulai hidup kembali. Lina dengan lembut mengocok tongkat kelelakianku penuh perasaan.

Sambil masih mengulum putingnya.. tangan kananku kembali bergerilya di daerah kemaluan Lina.
Jariku aku rapatkan dan aku tekan bukit kemaluan Lina sembari aku gerakkan memutar.
Dia juga menimpali dengan menggoyangkan pantatnya dengan gerakan memutar yang seirama.

“Mas.. aaahhhh Mas.. enak Mas.. ahhh terus.. iya..” Sambil mendesah dia menarik pantatku mendekat ke kepalanya.
Akhirnya aku terpaksa melepaskan isapanku di putingnya dan duduk berlutut di sisinya.

Lina terus menekan pantatku sampai akhirnya mulutnya mencapai batang kemaluanku yang sudah tegak menantang.
Tangan kiriku aku tempatkan di belakang kepalanya untuk menyangga kepalanya yang agak terangkat. Penisku kembali dia kulum dan jilati.

“Oooh Lin.. enak Lin.. aku suka Lin..” Aku pun menggerakkan pantatku maju-mundur.

Lina membuka lebar mulutnya dan menjulurkan lidahnya.. sehingga batang penisku meluncur masuk keluar mulutnya tergesek-gesek lidahnya.
Sungguh luar biasa apa yang aku rasakan saat itu.

Sementara itu tangan kananku terus menekan dan memutar bukit vagina Lina.
Kadang jariku aku selipkan ke celah sempit di antara kedua bukit itu dan mengusap klitoris Lina.

“Ahhh Mas.. Lina nggak tahan Mas.. ahhhhh.. iya.. aaahhhh..”

Aku segera mengubah posisi. Kedua tangan Lina aku letakkan di belakang lututnya dan membuka kedua lututnya.
Kuangkat pahanya.. sehingga liang vaginanya menganga menghadap ke atas. Lina menahan dengan kedua tangan di belakang lututnya.

Aku duduk bersimpuh di hadapan lubang kemaluan Lina. Penisku aku arahkan ke lubang yang sudah menganga itu.
Clebb..! Kutusukkan kepala penisku ke mulut lubang dan aku tahan di sana.
Kemudian.. srtt.. srtt.. dengan tangan kananku aku gerakkan penisku memutari mulut liang senggama Lina.

“Maassss.. ahhhhh.. nggak tahan.. ayo.. ahhhhhh..” rintihnya erotis..

Sengaja aku tidak mau terlalu cepat menusukkan batang kejantananku ke gua kenikmatan Lina.
Perlahan kugesek-gesekkan kepala penisku ke klitoris Lina. Akibatnya dia semakin menggelinjang menahan nikmat.

Tak lama.. akhirnya.. srrr.. srrr.. srrr.. tanggul Lina bobol juga. Tak heran.. dengan gosokan jari saja dia tadi bisa mencapai orgasme.. apalagi ini dengan kepala penisku.. tentu rangsangannya lebih dahsyat.

“Aaahhh.. ahhhh.. Masss..” Rintihan itu sekaligus menandai melelehnya cairan bening dari liang vaginanya.
Lina kembali mengalami puncak orgasme hanya dengan gosokan di klitorisnya.

Blessepp..! Kali ini aku masukkan batang penisku seluruhnya ke dalam gua kenikmatannya.
Lantas aku berbaring telungkup di atas tubuh molek Lina sambil menumpukan berat badanku di kedua sikuku.

Kucium lembut mulutnya yang masih terbuka sedikit. Lina membalas ciumanku dan mengulum bibirku.
Aku biarkan senjataku terbenam dalam lendir kehangatannya.

Di telinganya aku bisikkan.. “Lin.. nikmat ya..”
“Oh Mas.. Lina sampai nggak tahan.. nikmat Mas..” sahutnya mendesiskan nikmat.

Selanjutnya dengan perlahan dan gerakan yang sangat lembut aku mulai memompa batang penisku ke dalam liang senggama Lina yang kini sudah basah kuyup.
Aku tahu Lina pasti bisa orgasme lagi.. dan kali ini aku ingin merasakan semburan lumpur panas di batang kemaluanku.

“Ayo Lin.. nikmati lagi.. jangan ditahan.. aku akan pelan-pelan..” bisikku mesra.. memancing gairahnya kembali bangkit.
“Ahhhh.. iya Mas.. Lina pengin lagi.. ahhhhh..” balasnya disertai lenguhan dan erangan nikmat.

Masih dengan sangat pelan aku pompa terus tongkat kelakianku ke liang vagina Lina yang ternyata masih sempit untuk ukuran wanita yang sudah menikah 2 tahun.
Buah dada Lina yang menyembul tegak menggesek-gesek dadaku ketika aku turun-naik. Sungguh sensasi yang luar biasa. Sengaja aku gesekkan dadaku ke payudaranya.

“Aahh.. aahh.. aahhh.. ahhhhhhh.. iya.. ahhhhh.. Lina terangsang lagi Mas.. iyahh.. hhh..”

Kali ini aku pompa sedikit lebih kuat dan cepat. Lina menanggapinya dengan memutar pantatnya.. sehingga penisku rasanya seperti diperas-peras dalam liang vaginanya.

Gerakan Lina semakin liar.. Tangannya sudah tidak lagi menahan lutut tapi memegang pantatku dan menekannya dengan keras ke tubuhnya.

“Aaaaahhhhhh.. Mas.. aaaahhhhhhh..!”

Maka semakin kencang dan dalam kupompa pantatku menggasak.. menggesekkan batang penisku di liang nikmat perempuan cantik yang tengah megap-megap di bawah tindihan tubuhku ini.

Terlihat mata Lina sudah terpejam rapat.. kepalanya menggeleng-geleng liar ke kiri ke kanan.. seperti yang dia lakukan di sofa tadi.

Gerakannya semakin ganas dan.. “Aahhhh..!!” Dia melenguh panjang sambil menegangkan seluruh otot di tubuhnya.

Lalu.. Jleghh..!! Kutekan sedalam-dalamnya penisku ke lubang senggamanya.

Serr.. serr.. serr..! Jelas kurasakan aliran hangat di sekujur batang kemaluanku.

Tubuh Lina masih terbujur kaku di bawah tindihanku. Kuhentikan sejenak seluruh gerakanku sambil terus menekan liang vaginanya dengan penisku.
Beberapa saat sepertinya waktu terhenti. Tidak ada suara.. tidak ada gerakan dari kami berdua.
Aku memberi kesempatan kepada Lina untuk menikmati klimaks yang barusan dia dapatkan.

Beberapa saat berselang ketegangan tubuh Lina mulai mengendur.
Tangannya membelai lembut kepalaku. Bibirnya mencari bibirku untuk dihadiahi ciuman yang sangat lembut dan panjang.

“Mas.. Lina sungguh nikmat.. Mas Ben jago deh.. Mas belum keluar ya..?” Tanyanya serupa bisikan.
“Jangan pikirkan aku Lin.. yang penting Lina bisa menikmati kepuasan..” balasku pula.

Setelah kurasa ketegangan tubuhnya telah mengendur.. kemudian dengan lambat aku mulai memompa penisku di liang vaginanya lagi.

Auhhh.. Betapa kurasakan liang senggama Lina terasa sangat licin dan agak sedikit longgar.
Selama beberapa saat aku terus memompa lambat-lambat.. lalu semakin kutambah.. kecepatan sedang..

“Aaaahhhhhh.. iya.. iya.. Mas.. Lina mau lagi.. iya.. ahhhh..”

Lina kembali memutar pantatnya mengiringi irama pompaanku. Dia mulai mendesah-desah penuh kenikmatan.

Plopp..! Kucabut batang kemaluanku dari vagina Lina. Lantas aku berbaring telentang di sebelahnya.

“Kamu di atas Lin..” ujarku memberi arahan. Lina segera berjongkok di atas selangkanganku..

Aku arahkan kepala penisku ke lubangnya. Lina kemudian duduk di atas tubuhku dan bertumpu pada kedua lututnya.

Slebb.. Jlebb..! “Nghhh.. masshhh..” rintihnya penuh nikmat ketika batang penisku kembali menelusup.. membelah bibir kemaluannya.

Tak lama kemudian pantatnya mulai bergerak maju-mundur.
“Ayo Lin.. kamu sekarang yang atur.. ohhh iya nikmat Lin..” erangku tak kalah nikmat akibat gesekan padat batang penisku di belahan vaginanya.

Lina semakin bersemangat memaju-mundurkan pantatnya. Kedua payudaranya berguncang indah di hadapanku.
Secara refleks kedua tanganku meremas bukit daging yang mulus itu.

Tangan Lina dia letakkan di belakang pantatnya.. sehingga tubuhnya agak meliuk ke belakang membuat dadanya semakin membusung.

“Ohhh Lin.. susumu seksi sekali.. terus Lin.. ohhhh.. lebih keras Lin..” kataku memberi semangat.
“Aaaaahhhh Mas.. Lina sudah mau sampai lagi.. ahhhhh ahhhhhh Mas..” balasnya kian ramai.

“Ayo Lin.. terus Lin.. cepat.. ohhhhh iya.. iya Lin.. memekmu enak sekali..”
“Mas.. ahhhh.. Lina nggak tahan.. puasi Lina lagi mas.. ahhhh..”

Cerita Sex Malam Jumat Dengan Sahabat Istriku

Gerakan pantat Lina semakin cepat dan semakin cepat. Sementara itu aku pun merasa nikmat ketika penisku tergesek-gesek dinding vagina Lina yang sempit dan licin itu.

Dengan sekuat tenaga aku mencoba menahan agar aku tidak ejakulasi. Pertahananku semakin rapuh.

“Lin.. oooohhhh Lin.. aku nggak tahan.. ohhh Lin.. enak.. enak..”

“Ahhhh.. ayo.. Mas.. Lina juga udah nggak tahan.. sekarang mas.. ahhh sekarang..!”

Tepat pada detik itu bendunganku ambrol.. tak mampu menahan terjangan spermaku yang menyemprot kuat.

“Oooooooohhhhhhh Lin..!” Crotts.. crotts crotts..!
Pejuhku muncrat di dalam liang nikmatnya yang juga tengah berdenyut-denyut.. seolah ingin menyedot cairah hangat yang membanjirinya.

“Aaahhhhhh Mas.. ahhhhhhhhhhh..!!” Pekiknya melepas nikmat entah untuk keberapakalinya malam ini.

Oughh.. Kami mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.
Penisku yang terbenam di liang vaginanya terasa hangat .. dan aku yakin Lina juga merasakan hal yang sama di dalam vaginanya.

Lina masih duduk di atas tubuhku.. tapi sudah badannya terkaku.. tak bergerak.
Vaginanya dia hujamkan terhenyak dalam.. melahap seluruh batang kemaluanku di kerapatannya.

“Oooohhh Lin.. nikmat sekali.. makasih Lin.. kamu pinter membuat aku puas..” ujarku memujinya.

Kugapai tubuh Lina dan kutarik menelungkup di atas tubuhku. Buah dadanya yang masih keras menghimpit dadaku.
Aku ciumin seluruh wajahnya yang mulai ditetesi keringat.
“Mas.. ahhhhh.. Lina sungguh puas Mas..” balasnya serupa erangan dan bisikan mesra.

Kemudian kami berbaring sambil berpelukan. Tubuh kami mulai terasa penat.. tapi bathin kami sangat puas.

Hari sudah beranjak malam. Diselingi makan malam berdua.. kami memadu kasih beberapakali lagi.
Atau lebih tepatnya Lina mengalami orgasme beberapakali lagi.. sedangkan aku hanya sekali lagi ejakulasi..
Segala gaya kami coba.. bahkan aku sempat ‘membimbing’ Lina untuk memuaskan dirinya sendiri dengan jari-jarinya yang lentik itu.

Aku betul-betul puas dan senang bisa membuat wanita secantik Lina bisa mencapai sekiankali orgasme.
Tak terasa jarum jam terus bergeser dan jam setengah sebelas malam aku meninggalkan rumah Lina. Agen Domino 99

Sebetulnya Lina meminta aku bisa bermalam menemani dia.. tetapi aku ingat keesokan harinya aku masih harus menyetir lebih dari 4 jam ke kota M menyusul istri dan anakku tercinta.

Maaf Winda.. aku telah mereguk madu kepuasan bersama sahabatmu.. Alina.

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan. Awan semakin gelap, mendung yang menggantung menandakan sebentar lagi akan hujan. Pakde Marto menyuruh Surti membenahi ceret air dan rantang makanannya kemudian mereka bergegas pulang sebelum hujan turun. Surti adalah istri Iding keponakan Pakde Marto yang sejak kecil ikut Pakde-nya. Pakde Marto ini adalah kakak bapaknya yang tidak mempunyai anak sendiri.

Dan sesudah menikah pasangan itu tetap mengikuti Pakde-nya yang sangat sayang pada keponakannya. Sehari-hari mereka bahu membahu mencari sesuap nasi membantu Pakde di sawah atau Budenya yang buka warung kecil-kecilan di rumahnya. Seperti biasanya menjelang siang Surti mengantarkan makanan dan minuman Pakde-nya yang kerja di sawah. Hari itu kebetulan Iding pergi ke kota untuk membeli pupuk dan bibit tanaman.

Rupanya hujan keburu turun sementara mereka masih di tengah hamparan sawah desa yang sangat luas itu. Hujan ini luar biasa lebatnya. Disertai dengan angin yang menggoyang keras dan nyaris merubuhkan pohon-pohon di sawah hujan kali ini sungguh luar biasa besarnya. Sebagai petani yang telah terbiasa denagn kejadian semacam ini dengan enteng Pakde Marto membabat daun pisang yang lebar untuk mereka gunakan sebagai payung guna sedikit mengurangi terpaan air hujan yang jatuh di wajah mereka yang menghambat pandangan mata.

Sambil memanggul cangkulnya Pakde Marto merangkul bahu Surti erat-erat agar payung daun pisangnya benar-benar bisa melindungi mereka. Surti merasakan kehangatan tubuh Pakde-nya. Demikian pula Pakde Marto merasakan kehangatan tubuh Surti yang istri keponakannya itu. Jalan pematang langsung menjadi licin sehingga mereka berdua tidak bisa bergerak cepat. Sementara pelukan mereka juga bertambah erat karena Pakde Marto khawatir Surti jatuh dari pematang. Kadang-kadang terjadi pergantian, satu saat Surti yang memeluki pinggang Pakde-nya. Tiba-tiba ada “setan lewat” yang melihat mereka dan langsung menyambar ke duanya.

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan

Saat Pakde Marto memeluk bahu Surti tanpa sengaja beberapa kali menyentuh payudaranya. Pada awalnya hal itu tidak mempengaruhi Pakde, tetapi hawa dingin yang menyertai hujan itu ternyata mendatangkan gelisah di hatinya. Kegelisahan yang bisa merubah perasaannya. Saat pertama kali Pakde Marto tanpa sengaja menyentuh payudara istri keponakannya dia agak kaget, khawatir Surti menganggap dirinya berlaku tidak sopan. Agen Domino 99

Tetapi saat yang kedua kali dan kemudian dengan sadar menyentuhnya kembali untuk yang ketiga kalinya dia tidak melihat adanya reaksi menolak dari Surti, pikiran Pakde mulai dirasuki “setan lewat” tadi. Dan pelan-pelan tetapi pasti kontol di balik kolornya mulai menghangat dan bangun. Toh rasa ke-imanan Pakde Marto masih berusaha bilang “jangan” walaupun tak bisa dipungkiri bahwa dalam hatinya dia mengharapkan sesuatu keajaiban, mungkin semacam sinyal, yang datang dari Surti.

Demikian pula Surti yang merasakan beberapa kali payudaranya tersentuh, pada awalnya dia tidak sepenuhnya menyadari. Tetapi saat tersentuh untuk yang kedua kalinya dia mulai mengingat sentuhan yang sama yang sering dilakukan oleh suaminya Iding. Biasanya kalau Iding menyentuh macam itu pasti ada maunya. Pikiran lugu Surti langsung disambar “setan lewat” lagi. Adakah macam kemauan suaminya itu juga melanda kemauan Pakde-nya di hari hujan yang dingin ini? Tetapi sebagaimana Pakde Marto, Surti juga berusaha menepis pikiran buruknya dan berkata dalam hatinya “nggak mungkin, ah”.

Walaupun dibalik sanggahannya sendiri itu bersemi di hati kecilnya, akankah datang sebuah keajaiban yang membuat tangan Pakde-nya menyentuh payudaranya lagi? Maka, ketika pelukkan Pakde Marto pada bahu Surti yang semakin mengetat dan menyebabkan sentuhan ke tiga benar-benar hadir, hal itu sudah merupakan awal kemenangan sang “setan lewat” tadi.

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan

Demikian pula saat hujan yang semakin deras dan jalan yang semakin licin hingga mengharuskan mereka menyesuaikan dan mengganti posisi pelukan agar tidak jatuh dari pematang, pelukan Surti dari arah punggung pada pinggang dan dada Pakde-nya mendorong lajunya bisikkan “setan lewat” tadi. Buah dada Surti yang empuk menempel hangat di punggung dan tangan halus Surti yang menyentuh perut dan dada, membuat kontol Pakde-nya benar-benar tidak tahu diri. Keras mencuat ke depan seperti cengkal kayu yang menonjol pada sarung anak yang disunat. Untung Surti berada di belakangnya sehingga gangguan teknis itu tidak terlihat olehnya. Pakde Marto mulai mencari-cari apa jalan keluarnya?

Demikian pula yang dirasakan Surti saat memeluki Pakde-nya dari belakang. Tangannya yang ketat memeluk perut dan dada Pakde-nya membuat buah dadanya demikian gatal saat tergosok-gosok punggung Pakde yang tidak mungkin terdiam karena setiap langkah kaki Pakde-nya pasti akan menggoncang seluruh bagian-bagian tubuhnya. Kegatalan macam itu menjadi terasa nikmat saat Surti mengingat bagaimana Iding suaminya sering menggosokkan wajahnya ke payudaranya.

Mudah-mudahan Pakde-nya tidak keberatan dengan pelukannya, demikian pikiran lugu Surti. Kemudian sang “setan lewat” kembali membisikkan ke dalam pikirannya, mudah-mudahan rumahnya semakin menjauh dan hujannya semakin menderas, yang disusul dengan seringai gigi taringnya karena gembira melihat usahanya telah meraih kemenangannya secara mutlak. Sekarang tinggal menggiring Pakde dan keponakkan mantunya ini menuju ke ke sentuhan setannya yang terakhir.

Hujan yang demikian hebat ini membuat jam 2 siang hari bolong itu gelap serasa menjelang maghrib. Awan gelap masih memenuhi langit. Dan lebih seram lagi kilat dan petir ikut menyambar-nyambar. Pikiran Pakde Marto dan Surti sekarang adalah mencari tempat berteduh. Pakde Marto tidak kehilangan arah. Dia tahu persis kini berada di petak sawah milik Sarmin tetangganya. Kalau dia belok sedikit ke kanan dia akan menjumpai dangau untuk berteduh. Dan benar, begitu Pakde Marto yang dalam pelukan Surti belok kekanan nampak bayangan kehitaman berdiri tegak di depan jalannya. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti dulu menunggu hujan sedikit reda.

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan

Pakde Marto memperkirakan jarak dangau itu ke dusunnya kira-kira “se-udut”-an, sebuah perhitungan yang biasa dipakai orang desa mengenai jarak dekat atau jauh diukur dari sebatang rokok yang dinyalakan (dihisap). Mungkin sekitar 6 s/d 8 menit orang jalan kaki. Sementara itu tak bisa diharapkan akan ada orang lewat sawah ini dalam keadaan hujan macam begini. Pandangan mata secara jelas ke depan tidak lebih dari 5 meter, selebihnya kabut hujan yang menyelimuti seluruh hamparan sawah itu.

Dalam usaha menghindar percikan hujan di dangau Pakde Marto dan Surti harus duduk meringkuk ketengah amben yang relatip sangat sempit yang tersedia. Artinya seluruh anggota tubuh harus naik ke amben sehingga mau tidak mau mereka harus kembali berhimpitan. Dan sang “setan lewat” kembali hadir menawarkan berbagai pertimbangan dan keputusan.

Surti yang ditimpa hujan dan hawa dingin menggigil. Demikian juga Pakde Marto. Untuk menunjukkan rasa iba pada istri keponakannya Pakde meraih pundak Surti dan membagikan kehangatan tubuhnya. Dan untuk menghormati maksud baik Pakde-nya Surti menyenderkan kepalanya pada dadanya. Walaupun pakaian mereka serba basah tetapi saat tubuh-tubuh mereka nempel kehangatan itu terjadi juga. Dan pelukan yang ini sudah berbeda dengan pelukan saat awal Pakde Marto membagi payung daun pisangnya tadi. Pelukan yang sekarang ini sudah terkontaminasi secara akumulatip oleh campur tangan sang “setan lewat” tadi.

Saat kepala Surti terasa pasrah bersender pada dada, jantung Pakde Marto langsung tidak berjalan normal. Dan tonjolan di celananya membuat susah memposisikan duduknya. Demikian pula bagi Surti. Saat Pakde-nya meraih bahunya untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya dia merasakan seakan Iding yang meraihnya. Dengan wajahnya yang mendongak pasrah menatap ke wajah Pakde-nya Surti semakin menggigil hingga kedengaran giginya yang gemelutuk beradu. Dan inilah saatnya “sang setan” lewat melemparkan bisikan racunnya yang terakhir kepada Pakde Marto.

“Ambil!, Ambil!, Ambil!, Ambil!”, dan Pakde tahu persis maksudnya.

Seperti bunga layu yang jatuh dari tangkainya, wajah Pakde Marto langsung jatuh merunduk. Bibirnya menjemput bibir Surti yang istri keponakkannya itu. Dan desah-desah lembut dari dua insan manusia itu, membuat seluruh rasa dingin dari baju yang basah dan tiupan angin menderu akibat hujan lebat itu musnah seketika dari persada Pakde Marto maupun persada Surti.

Mereka kini saling melumat. Sang “setan lewat” cepat berlalu untuk menghadap atasannya dengan laporan bahwa otomatisasi setannya sudah ditinggal dan terpasang dalam posisi “ON” pada setiap dada korbannya. Kini dia berhak menerima bintang kehormatan para setan.

Dan lumatan lembut menjadi pagutan liar. Kini lidah dan bibir mereka saling berebut jilatan, isepan dan kecupan. Dan bukan hanya sebatas bibir. Jilatan, isepan dan kecupan itu merambah dan menghujan ke segala arah. Keduanya menggelinjang dalam gelombang dahsyat birahi. Surti menggeliatkan tubuhnya minta agar Pakde-nya cepat merangkulnya.

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan

Pakde Marto sendiri langsung memeluki dada Surti. Wajahnya merangsek buah dadanya. Dikenyotnya baju basah penutup buah dadanya. Surti langsung mengerang keras-keras mengalahkan suara hujan. Kaki-kakinya menginjak tepian amben sebagai tumpuan untuk mengangkat-angkat pantatnya sebagai sinyal untuk Pakde-nya bahwa dia sudah menunggu tindak lanjut operasi cepat Pakde-nya.

Pakde Marto memang mau segalanya berjalan cepat. Waktu mereka tidak banyak. Segalanya harus bisa diraih sebelum hujan reda. Dan operasi ini tidak memerlukan prosedur formal. Kain penutup tubuh Surti cukup dia singkap dengan tangannya hingga ke pinggang. Nonok Surti yang menggembung nampak sangat ranum dalam bayangan jembutnya yang lembut tipis. Kelentitnya nampak ngaceng mengeras menunggu lumatan lidahnya. Tak ada yang ditunggu, wajah Pakde Marto langsung merangsek ke kemaluan ranum itu.

Bibir dan lidahnya melumat dan menghisap seluruh perangkat kemaluan itu. Tangan Surti menangkap kepala Pakdenya, menekannya agar lumatan dan jilatan Pakde-nya lebih meruyak masuk ke dalam vaginanya. Cairan birahi yang asin hangat bercampur dengan air hujan dia sedot dan telan untuk membasahi kerongkongannya yang kering kehausan. Itil Surti dia lumat dan gigit dengan sepenuh gemasnya.

Tekanan Surti pada kepalanya berubah jadi jambakkan pada rambutnya. Pantat Surti terus naik-naik menjemput bibir dan lidah Pakde-nya. Tetapi Pakde Marto tidak akan mengikuti kemauan idealnya. Hitungan waktu mundurnya sudah dimulai.

Kini Pakde Marto yang sudah meninggalkan celana kolornya di rerumputan pematang merangkak ke atas dan memeluki tubuh basah hujan Surti. Kontolnya berayun-ayun mencari sasarannya. Paha Surti yang hangat langsung menjepit tubuh Pakde-nya dengan nonoknya yang tepat terarah ke ujung kontol Pakde Marto. Untuk langkah lanjutannya, mereka berdua, baik yang senior maupun yang yunior sudah terampil dengan sendirinya. Ujung kontol Pakde Marto sudah tepat berada di lubang vagina istri keponakannya.

Mereka telah siap melakukan manuver akhir sambil menunggu hujan reda. Dan saat mereka saling dorong, kemaluan Pakde Marto langsung amblas ditelan vagina Surti. Sambil bibir-bibir mereka saling melumat, Pakde Sastro mengayun dan Surti menggoyang. Kontol dan vagina Surti bertemu dalam kehangatan seksual birahi ruang luar, ditengah derasnya hujan, tiupan angin dan kilat serta petir yang menyambar-nyambar dengan disaksikan oleh segenap dangau yang lengkap dengan berisik ambennya, oleh belalang yang ikut berteduh di atapnya, oleh kodok yang bersuka ria menyambut hujan, oleh wereng yang berlindung di daunan padi yang sedang menguning, oleh baju-baju mereka yang basah dan lengket di badan.

Cerita Sex Kenikmatan Ngentot Di Tengah Hutan

Pakde Marto mempercepat ayunan kontolnya pada lubang kemaluan Surti. Walaupun dia sangat kagum sekaligus merasai nikmat yang sangat dahsyat atas penetrasi kontolnya pada lubang vagina Surti yang serasa perawan itu, dia tetap “concern” dengan waktu. Surti yang menikmati legitnya kontol Pakde-nya menggelinjang dengan hebatnya. Dia juga ingin selekasnya meraih orgasmenya.

Genjotan kontol Pakde-nya yang semakin cepat pada kemaluannya mempercepat dorongan untuk orgasmenya. Kini dia merasakan segalanya telah siap berada di ujung perjalanan. Dan dengan jambakan tangannya pada rambut Pakde Marto, bak kuda betina yang lepas dari kandangnya Surti memacu seluruh saraf-saraf pekanya. Kedua kakinya dia jejakkan keras-keras pada tepian amben dangau hingga pantatnya terangkat tinggi untuk menelan seluruh batang kontol Pakde Marto dan datanglah malaikat nikmat merangkum seluruh otot, daging dan tulang belulang Surti.

Cairan birahi Surti muncrat melebihi derasnya hujan siang itu. Terus muncrat-muncrat yang diikuti dengan pantatnya yang terus naik-naik menjemputi kontol Pakde Marto yang juga terus mempercepat sodokkannya untuk mengejar kesempatan meraih orgasme secara berbarengan dengan orgasme Surti.

Dan pada saat puncratan cairan vagina Surti mulai surut kontol Pakde Marto yang masih kencang mengayun vagina Surti tiba-tiba berkedut keras. Kedutan besar pertama menumpahkan bermili-mili liter air mani yang kental lengket dari kantong spermanya. Dan kedutan berikutnya merupakan kedutan pengiring yang menguras habis kandungan sperma dari kantongnya. Sesaat kemudian bersamaan dengan surutnya hujan mereka berdua Pakde Marto dan Surti yang istri keponakannya terengah-engah dan rebah.

Amben dangau itu nyaris terbongkar. Bambu-bambunya ada yang lepas terjatuh. Mereka kini kegerahan dalam dinginnya sisa hujan. Keringat mereka bercucuran rancu dengan air hujan yang membasahi sebelumnya. Pakde Marto dan Surti telah meraih kepuasan yang sangat dahsyat. Pelan-pelan mereka bangkit dari amben dan turun ke pematang kembali. Surti membetulkan letak kain dan kebayanya. Pakde Marto memakai celana kolornya yang basah jatuh di pematang dan kembali meraih cangkulnya.

Langit yang cepat cerah kembali nampak biru dengan sisa awan yang berarak menyingkir. Pohon kelapa di dusunnya nampak melambai-lambai menanti kepulangannya. Surti dan Pakde Sastro yakin bahwa Bude maupun Iding pasti cemas pada mereka yang tertahan hujan ini. Pakde sudah membayangkan pasti istrinya telah memasak air untuk kopinya lengkap dengan singkong bakar kesukaannya. Dan dalam bayangan Surti, Iding pasti telah sangat merindukannya untuk bercumbu di siang hari. Suara kodok di sawah mengantarkan mereka pulang ke rumahnya.